Sambiloto! Apakah kata ini terdengar asing bagi Anda? Apakah Anda ingin lebih mengetahui mengenai nama unik ini?

Herba sambiloto (Andrographis paniculata Nees) merupakan obat tradisional yang paling banyak dipakai di Indonesia, dan telah digunakan sebagai diuretika dan antipiretika. Menurut pustaka lain, herba sambiloto yang digunakan bersama-sama dengan kumis kucing (Orthosiphon stamineus) diindikasikan sebagai obat kencing manis.

 

Apa aja sih kandungan yang menjadikannya ampuh sebagai obat antidiabetes?

Daun sambiloto memiliki kandungan kimia yaitu deoksiandrogafolid, andrografolid, neoandrografolid, 12- didehidroandrografolid, dan homoandrografolid. Umumnya, masyarakat menggunakan daun sambiloto dengan mengambil rebusan dari daun sambiloto. Namun, cara ini kurang praktis, sehingga diperlukan inovasi baru yaitu dalam bentuk sediaan tablet. Sambiloto juga dapat berbentuk kapsul, serbuk, infus, kapsul ekstrak kental, maupun kapsul ekstrak kering.

 

Andrografolid merupakan komponen bioaktif utama yang bertanggung jawab pada aktivitas farmakologinya.

 

Bukan hanya kandungan kimia pada daun yang bermanfaat, pada akar juga ditemukan flavonoid berupa polimetoksiflavon, andrografin, panikolin dan apigenin-7,4-dimetil eter, alkena, keton, aldehid, kalium, kalsium, natrium, serta asam kersik. Selain itu, juga terdapat andrografolid 1% dan kalmegin.

 

Apakah sambiloto hanya ada di Indonesia?

Tidak! Sambiloto “King of Bitter” sudah digunakan di berbagai negara loh. Bahkan di Cina, sambiloto sudah termasuk fitofarmaka.

 

Dimana saja? Dan apa kegunaan sambiloto ini?

Di Indonesia, sambiloto digunakan untuk antiradang, antipiretik atau meredakan demam, dan untuk penawar racun atau detoksikasi. Di India, akar dan daun digunakan untuk menyembuhkan sakit karena gigitan ular dan serangga. Di Cina digunakan sebagai obat antiinflamasi, antipiretik, obat influenza, disentri, infeksi saluran kencing, dan radang paru-paru.

 

Tanaman sambiloto ini berkhasiat untuk pengobatan kencing manis, antiracun, antibakteri dan penghilang nyeri.

 

Baca lebih lanjut disini http://eprints.ums.ac.id/12650/2/Bab_1.pdf

http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=download&sub=DownloadFile&act=view&typ=html&id=85771&ftyp=potongan&potongan=S1-2015-316079-introduction.pdf

 

Referensi:

Rudianto, D. (2011). Bab I Pendahuluan. [Online] Tersedia di: http://eprints.ums.ac.id/12650/2/Bab_1.pdf [Diakses 2 Mei 2016].

Universitas Gadjah Mada. (2015). Bab I Pendahuluan. [Online] Tersedia di: http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=download&sub=DownloadFile&act=view&typ=html&id=85771&ftyp=potongan&potongan=S1-2015-316079-introduction.pdf [Diakses 3 Mei 2016].

Yulinah E., Sukrasno, dan Muna Anom Fitri. (2001). Aktivitas Antidiabetika Ekstrak Etanol Herba Sambiloto (Andrographis paniculata Nees (Acanthaceae)). JMS; 6(1): 13-20.

 


Share yuk !....

Dengan ikutan share di social media kamu, berarti kamu ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan.