Oleh : Alsya Utami Rahayu, Apt.

Halo sahabat HAI. Sahabat HAI kalau sakit suka minum obat bentuknya apa? Tablet, Kapsul, Sirup. Sahabat HAI pernah denger Suppositoria? Suppositoria juga merupakan salah satu bentuk obat loh. Suppositoria ini punya nama gaul “Suppo” dan dia punya temen namanya Ovula. Suppositoria adalah sediaan padat yang dikemas dalam berbagai bobot dan bentuk yang dapat meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh dan cara pemakaiannya diberikan melalui rektal, vagina atau uretra. Sementara itu, ovula adalah sediaan padat berbentuk bulat telur yang digunakan untuk vagina. Sebenarnya ovula dapat dikategorikan ke dalam jenis suppositoria, namun penggunaan nama ovula dimaksudkan agar dapat merujuk pada bentuk sediaan dan rute pemberian yang hanya lewat vagina.

Sama seperti sediaan lainnya, suppo dan ovula terdiri atas dua komponen dasar, yaitu bahan aktif dan bahan tambahan atau basis. Basis yang digunakan pada umumnya adalah basis tipe lemak misalnya lemak coklat (oleum cacao) dan minyak nabati terhidrogenasi, basis hidrofilik misalnya gliserin, gelatin tergliserinasi, campuran polietilen glikol berbagai macam bobot molekul, dan basis lainnya seperti polioksil 40 stearat. Bahan dasar yang digunakan ini harus dapat larut dalam air atau meleleh pada suhu tubuh.

Salah satu contoh suppo dengan merek terkenal adalah obat yang mengandung zat aktif bisakodil. Peresepan dengan bentuk sediaan ini memang jarang, biasanya diberikan pada kondisi tertentu misalnya jika kondisi pasien sembelit, buang air besar pada kondisi dengan rasa sakit seperti wasir, dan juga digunakan untuk pengosongan lambung-usus sebelum dan sesudah operasi. Sedangkan, contoh ovula adalah obat yang mengandung metronidazole dan nystatin yang digunakan untuk  mengobati keputihan akibat jamur dan parasit. Pemilihan bentuk sediaan dan rute pemberian mempunyai pengaruh dalam keberhasilan terapi karena dapat mempengaruhi onset kerja obat serta efek samping yang dihasilkan.

Keuntungan penggunaan obat dalam bentuk suppositoria dan ovula

  1. Dapat menghindari terjadinya iritasi pada lambung dan first pass effect di hati
  2. Dapat menghindari kerusakan obat oleh enzim pencernaan dan asam lambung
  3. Dapat digunakan untuk pengobatan lokal pada rektum, vagina ataupun uretra, misalnya wasir, infeksi, dan lain sebagainya
  4. Obat diabsorpsi oleh selaput lendir rectal langsung ke sirkulasi pembuluh darah, sehingga berefek lebih cepat
  5. Obat ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk pasien yang mudah muntah atau tidak sadar

Kerugiannya:

  1. Pemakaiannya tidak menyenangkan dan kurang praktis
  2. Daerah absorpsinya lebih kecil dan absorpsi hanya melalui difusi pasif
  3. Tidak dapat digunakan untuk zat yang rusak pada pH rectum

 

Buat cara penggunaan suppo dan ovula bisa disimak dibawah ini ya sahabat HAI.

Cara penggunaan suppositoria :

  1. Cuci tangan.
  2. Buka bungkus aluminium foil dan basahi suppositoria dengan sedikit air.
  3. Pasien dibaringkan dalam posisi miring.
  4. Dorong bagian ujung suppositoria ke dalam anus dengan ujung jari.
  5. Cuci tangan untuk menghilangkan sisa obat pada tangan.

Jika suppositoria terlalu lembek, sehingga sulit untuk dimasukkan kedalam anus, maka sebelum digunakan sediaan suppositoria ditempatkan di dalam lemari pendingin selama 30 menit kemudian tempatkan pada air mengalir sebelum membuka bungkus kemasan aluminium foil.

Cara penggunaan sediaan ovula dengan menggunakan aplikator:

1.       Cuci tangan dan aplikator dengan sabun dan air hangat, sebelum digunakan.

2.       Baringkan pasien dengan kedua kaki direnggangkan.

3.       Ambil obat vagina dengan menggunakan aplikator.

4.       Masukkan obat kedalam vagina sejauh mungkin tanpa dipaksakan.

5.       Biarkan selama beberapa waktu.

6.       Cuci bersih aplikator dan tangan dengan sabun dan air hangat setelah digunakan.

Untuk suppo dan ovula, sebaiknya disimpan di lemari es atau tempat sejuk karena dalam suhu kamar dapat mencair. Nah gimana sahabat HAI, sekarang jadi makin kenal kan sama suppo dan ovula. Jadi, kalau sahabat HAI diresepkan suppo dan ovula ngga usah khawatir lagi ya sekarang, kan udah tau manfaat dan cara penggunaannya. Sehat selalu sahabat HAI.

 

Referensi:

Dirjen Binfar. 2008. Materi Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Memilih Obat Bagi Tenaga Kesehatan Tersedia online di http://binfar.depkes.go.id/dat/lama/1276164586_MODUL%20_I.pdf [Diakses pada 27 Desember 2018].

Murtini, Gloria dan Yetri Elisa. 2018. Teknologi Sediaan Solid. Kemenkes RI: Jakarta.

Sugihartini, Nining. 2018. Pembuatan dan Evaluasi Sediaan Cair dan Semi Padat. Tersedia online di http://ppg.spada.ristekdikti.go.id/pluginfile.php/21499/mod_resource/content/1/008%20Modul%20Sediaan%20Cair%20dan%20Semipadat.pdf [Diakses pada 27 Desember 2018].

Trianggani, dkk. 2017.  Formulasi dan Evaluasi Dispersi Padat Ibuprofen dengan Dekstrosa sebagai Pembawa dalam Sediaan Supositoria.  PHARMACEUTICAL JOURNAL OF INDONESIA 2017. 2(2): 51–56

 


Share yuk !....

Dengan ikutan share di social media kamu, berarti kamu ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan.