Penggunaan Obat Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Oleh: Yulia Putri Carliana, Apt. 

 

Apakah ibu hamil dan menyusui boleh mengkonsumsi obat?

Banyak dari ibu hamil dan menyusui yang ragu untuk mengkonsumsi obat-obatan dikarenakan takut efek samping obat dapat mempengaruhi keadaan janin maupun kandungan ASI. Maka dari itu, wanita yang sedang hamil dan menyusui perlu meningkatkan kewaspadaan dalam mengkonsumsi obat. 

Beberapa obat yang dikonsumsi oleh wanita hamil dapat memberikan efek pada janin juga. Terutama pada kehamilan trisemester pertama sebaiknya menghindari pengunaan obat, dikarenakan dapat menyebabkan cacat lahir (teratogenesis). Sedangkan, pada trimester kedua dan ketiga penggunaan obat dapat meracuni plasenta maupun menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan secara fungsional pada janin.

Lantas apabila seorang wanita hamil atau menyusui sedang dalam keadaan sakit dan butuh pengobatan apakah penyakitnya harus dibiarkan saja tanpa mengkonsumsi obat-obatan? Oh, tentu saja tidak,karena tidak semua obat berbahaya untuk ibu hamil dan menyusui. Maka dari perlu mengatahui prinsip penggunaan obat selama masa kehamilan dan menyusui. 

 

Pedoman Singkat Penggunaan Obat pada Masa Kehamilan

Menurut Food and Drug Administration (FDA)di Amerika Serikat, terdapat beberapa kategori obat-obatan untuk ibu hamil yaitu sebagai berikut:

·      Kategori A = Aman untuk janin, contohnya: asam folat, levotiroksin

·       Kategori B = Cukup aman untuk janin, contohnya:metformin, hidroklortiazid,amoksisilin

·       Kategori C = Digunakan jika perlu, kemungkinan bisa ada efek samping pada janin, contohnya: tramadol, amlodipin, gabapentin

·       Kategori D = Digunakan jika darurat, bisa terjadi efek samping pada janin, contohnya: losartan, alprazolam, lisinopril

·       Kategori X = Tidak pernah digunakan dan sangat berbahaya bagi janin, contohnya: atorvastatin, warfarin, simvastatin

Dengan kata lain, kategori A dan B merupakan obat-obatan yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil. Sedangkan kategori C dan D dapat berbahaya bagi janin namun dapat digunakan dalam keadaan darurat dan kondisi tertentu. Sedangkan obat-obatan pada kategori X sama sekali tidak boleh digunakan. 

Berikut merupakan anjuran dan pertimbangan dalam penggunaan obat untuk wanita hamil

1.    Penggunaan obat hanya digunakan apabila manfaat yang diperolah ibulebih besar dibandingkan risiko pada janin

2.    Sebisa mungkin penggunaan semua obat dihindari pada saat trisemester pertama

3.    Hindari polifarmasi

4.    Gunakan dalam dosis efektif terkecil dalam jangka waktu singkat

5.    Pantau pengobatan

 

Pedoman Singkat Penggunaan Obat pada Masa Kehamilan

Sedangkan penggunaan obat pada ibu menyusui dikategorikan berdasarkan tingkatan resikonya yaitu sebagai berikut:

·      L1    : Paling Aman

·      L2    : Aman

·      L3    : Cukup Aman 

·      L4    : Kemungkinan Barbahaya

·      L5    : Kontra Indikasi

Pada umumnya hampir semua obat yang diminum dapat terdeteksi dalam ASI, namun dengan konsentrasi yang umumnya rendah. Konsentrasi obat dalam darah ibu merupakan faktor dalam adalah faktor utama dalam transfer obatke ASI.

1.    Penggunaan obat hanya digunakan apabila manfaat yang diperoleh ibu lebih besar dibandingkan risiko pada bayi

2.    Pada neonatus (khususnya bayi yang lahir prematur) fungsi ginjal dan hati belum sempurna sehingga dapat memicu terjadinya penimbunan obat maka dari itu mempunyai risiko lebih besar terhadap paparan obat melalui ASI

3.    Jika menggunakan obat selama menyusui maka diperlukan pemantauan efek samping pada bayi

4.    Hindari untuk sementara pemberian ASI pada bayi

5.    Pilih obat yang memberikan kadar obat terkecil sampai pada bayi dengan mempertimbangkan rute pemberian obat.

 

Bagaimana cara mengecek kategori obat? 

Lantas bagaimana kita mengetahui apakah obat yang kita konsumsi itu aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui? 

Hal yang paling mudah dapat dilakukan adalah dengan mengecek informasi keterangan pada brosur obat dan lihat kontraindikasi apabila digunakan pada ibu hamil. 

Kemudian dapat mengakses informasi obat secara online untuk melihat kategori tingkat keamanan obat pada ibu hamil dan menyusui di http://drugs.com/pregnancyatau dapat pula melihat pada MIMS online di www.mims.com

Sangat tidak dianjurkan untuk ibu hamil membeli obat-obatan sendiri tanpa mengetahui efek samping, farmakologi, maupun dosis yang dianjurkan. Maka dari itu memastikan penggunaan obat pada ibu hamil dan menyusui sebaiknya konsultasi dahulu kepada dokter maupun apoteker 

 

Obat yang mungkin aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui?

Berikut merupakan contoh beberapa penyakit yang umum dialami oleh ibu hamil dan menyusui, disertai dengan pengobatan yang relatif aman.

·       Batuk, flu dan sakit tenggorokan 

Contoh obat yang dianjurkan: difenhidramin (penekan batuk). 

·       Morning sickness, muntah, obat mual untuk kehamilan

Contoh obat yang dianjurkan: Emetrol (asam fosfat/ fruktosa/dekestrosa),  vitamin B6,  Dimenhidrinat

·       Diare

Contoh obat yang dianjurkan : loperamide, attapulgite

·       Alergi

Contoh obat yang dianjurkan : Chlor-trimeton, loratadin, difenhidramin

·       Antibiotik

Contoh obat yang dianjurkan : penicilin v, amoksisilin

·       Mulas, refluks asam atau gangguan pencernaan asam dan sakit perut

Contoh obat yang dianjurkan : ranitidin, antasid (alumunium/magnesium/simetikon),kalsium karbonat, 

 

Penggunaan obat dengan kategori aman bagi ibu hamil, sebaiknya tetap digunakan berdasarkan hasil konsultasi dokter maupun apoteker, sebab setiap individu akan memberikan respon yang berbeda selama kehamilan sekalipun obat-obatan over the counter (OTC)/ obat bebas. 

 

Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penggunaan obat pada ibu hamil dan menyusui maka sangat diperlukan pemahaman dasar mengenai obat yang relatif aman dikonsumsi hingga obat yang tidak boleh dikonsumsi. Untuk selanjutnya, ibu hamil dan menyusui yang menderita penyakit dapat berkonsultasi dahulu kepada dokter maupun apoteker ketika menebus obat. Semoga bermanfaat 

 

Reference

Cuningham, F Gary. Et Al. 2010. Williams Obstetrics 23rd edition. Section 3: Antepartum. Chapter 8: Prenatal Care.United States: McGraw Hill.

Hale, Thomas. 2004. Medications and Mothers' Milk: A Manual of Lactational Pharmacology. Pharmasoft Medical Pub.

Departemen Kesehatan RI. 2006. Pedoman Pelayanan Farmasi

Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui. Available at http://pio.binfar.depkes.go.id/PIOPdf/PEDOMAN_IBU_HAMIL.pdf

https://www.drugs.com/pregnancy-categories.html(diakses 14 agustus 2016)

http://www.pregmed.org/medications-during-pregnancy(diakses 17 agustus 2016)

 

 

 

 


Share yuk !....

Dengan ikutan share di social media kamu, berarti kamu ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan.