Apa itu parasetamol?

Parasetamol adalah obat yang memiliki efek untuk mengurangi rasa sakit (analgesik) dan menurunkan demam (antipiretik) yang banyak digunakan oleh masyarakat.

 

Ah, masa? Kok, belum pernah denger ya?

Mungkin kamu lebih familiar dengan merk Panadol, Sanmol, Bodrex, Oskadon, Sanaflu, Mixagrip, dan sekitar 300+ merk lainnya. Nah, semua merk itu mengandung parasetamol sebagai zat aktif.

 

Kapan parasetamol digunakan?

Menurut Pusat Informasi Obat Nasional, parasetamol digunakan untuk nyeri ringan sampai sedang, seperti pusing, nyeri sesudah operasi cabut gigi, dan demam. Tidak menutup kemungkinan kalau parasetamol digunakan selain dari kondisi tersebut (atas dasar tinjauan medis). Tapi, jangan sampai kamu pakai parasetamol untuk mendinginkan kopi panas ya!

 

Amankah parasetamol?

Dibandingkan dengan obat sejenis lainnya (golongan antipiretik dan analgesik), parasetamol relatif aman dikonsumsi karena sedikit menimbulkan iritasi lambung. Efek samping pun jarang terjadi. Namun, untuk beberapa orang mungkin saja terjadi reaksi seperti ruam kulit, gatal-gatal, kesulitan bernapas, tekanan darah menurun, dan reaksi tidak diinginkan lainnya. Bila hal ini terjadi, hentikan terlebih dahulu penggunaan dan segera hubungi apoteker atau doktermu.

 

Berapa banyak saya bisa mengonsumsi parasetamol setiap harinya?

Umumnya, parasetamol yang sering kamu lihat memiliki dosis sebesar 500 mg/tablet. Dosis maksimal untuk orang dewasa dalam sehari adalah 4000 mg (setara 8 tablet parasetamol 500 mg).

 

Kalau parasetamol-nya sirup gimana?

Takarannya tentu beda! Coba baca aturan pakai di brosur/kemasan sirupnya, ya! Atau tanyakan pada apoteker.

 

Perlu diingat, parasetamol termasuk ke dalam obat simtomatik, yaitu obat yang hanya menangani keluhan/gejala yang kita rasakan. Oleh karenanya, saat keluhan sudah tidak terasa, hentikan penggunaannya. Untuk parasetamol kemasan tablet striping atau blister, bisa disimpan dan digunakan sampai tanggal kadaluarsa yang tertera. Sedangkan untuk parasetamol sirup, akan lebih baik jika digunakan tidak lebih dari enam bulan setelah tutup dibuka, sesuai penyimpanan yang tertera di brosur.

 

Kalau saya lupa minum?

Kalau kamu dapat obat dari dokter, ikuti sesuai dengan jadwalnya. Kalau lupa? Segera minum saat kamu ingat (kecuali rasa sakit sudah hilang dan kamu sudah hubungi dokter atau apotekermu). Kalau waktunya sudah berdekatan dengan jadwal minum berikutnya? Ya kamu cukup minum untuk jadwal yang selanjutnya, jangan minum double. Bisa-bisa over dosis loh.

 

Kalau over dosis, bagaimana?

Segera hubungi dokter atau apoteker!

Beberapa tanda yang mungkin muncul jika terjadi over dosis parasetamol yaitu:

1.       Nafsu makan berkurang

2.       Pusing, mual, dan nyeri perut (biasanya bagian atas).

3.       Berkeringat dan lemas

4.       Urin berwarna gelap

5.       Bagian kulit atau mata menguning.

 

Kamu Harus Tahu! Kamu Harus Beri Tahu!

Konsultasi dan informasikan kepada apoteker atau doktermu jika;

1.    Bila kamu mengonsumsi obat lain seperti obat batuk, nyeri, alergi

Karena mungkin obat-obatan yang akan kamu konsumsi itu “berinteraksi” dengan parasetamol.

2.    Bila kamu punya riwayat penyakit hati atau mengonsumsi alkohol.

Karena bisa jadi dosis yang kamu gunakanakan berbeda dengan orang kebanyakan.

3.    KAMU HARUS TAHU; Hindari mengonsumsi alkohol selama menggunakan parasetamol

Karena dapat meningkatkan resiko kerusakan hati.

 

Referensi :

ISFI. 2006. ISO (Informasi Spesialite Obat) Indonesia Vol. 41. Jakarta: ISFI.

http://www.drugs.com/paracetamol.html

http://www.alodokter.com/paracetamol

http://pionas.pom.go.id/

http://www.nhs.uk/conditions/painkillers-paracetamol/pages/introduction.aspx

NHS, Sheffield Clinical Commissioning Group. Good Practice Guidance for Care Homes – Expiry dates. 2013.

 

 

 

 


Share yuk !....

Dengan ikutan share di social media kamu, berarti kamu ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan.