Oleh : Sani Asmi Ramdani Lestari, Apt.

 

Motion sickness atau travel sickness atau mabuk perjalanan adalah kondisi di mana anda merasa mual, ingin muntah, pening, hilang nafsu makan, dan pucat saat anda sedang beperjalanan. Sesuatu mencoba keluar dari dalam tenggorokan anda, seolah-olah seluruh isi perut anda berontak ingin menghirup udara bebas di luar tubuh anda.

Penyebabnya adalah adanya konflik dari dalam tubuh karena terdapat pergerakan berulang ketika anda beperjalanan (menggunakan kendaraan seperti bis, mobil, kereta, pesawat, kapal laut, dll). Mata anda melihat sesuatu, otot anda merasakan hal yang berbeda, dan di dalam telinga anda juga memberikan signal yang berbeda. Otak anda tidak bisa menangkap signal yang berbeda tersebut dan hal itulah yang membuat anda merasa pusing dan mual.

Misalkan, ketika bepergian dengan mobil, anda merasa bergerak, namun, mata anda mengisyaratkan kepada otak bahwa anda tidak akan pergi kemanapun. Atau misalkan, sehabis turun dari kapal laut, anda tetap merasakan diri anda bergerak tapi sebetulnya anda sudah berdiri diam di permukaan tanah. Ternyata, otak kita memang 'pusing' dengan isyarat-isyarat tertentu sehingga dapat memanipulasi apa yang kita rasakan saat itu dan hal tersebut dapat membuat kita merasa tidak enak badan, mual ataupun muntah. Motion sickness tidak menular seperti flu dan kebanyakan terjadi pada ibu hamil dan/atau anak kecil.

Obat apa yang bisa membantu meredakan motion sickness?

1. Dimenhidrinat. Anda bisa menemukan kandungan obat ini dalam obat antimabuk yang dijual di apotek maupun minimarket karena obat ini termasuk produk OTC (over the counter). Obat ini dapat dikonsumsi oleh anak lebih dari 12 tahun dengan dosisi 50-100 mg setiap 4-6 jam (maksimal dalam satu hari 400 mg) untuk anak dari 6-12 tahun, dosisnya adalah 25-50 mg tiap 6 jam jika perlu (maksimal 150 mg per hari).

 

2. Difenhidramin. Obat ini juga termasuk obat OTC, tersedia juga dalam sediaan injeksi (harus dengan resep dokter). Dosis untuk dewasa diatas 12 tahun adalah 25-50 mg tiap 4-6 jam sehari (maksimal 300 mg per hari) dan unutk anak umur 6-12 tahun adalah 12,5-25 mg tiap 4-6 jam sekali bila perlu (maksimal 150 mg per hari).

 

3. Sinarizin. Obat ini adalah golongan antihistamin generasi pertama. Dosis yang digunakan untuk dewasa dan anak lebih dari 12 tahun adalah 30 mg, 2 jam sebelum bepergian, kemudian 15 mg tiap 8 jam bil aperlu. Untuk anak 5-12 tahun, 15 mg, 2 jam sebelum bepergian, kemudian 7,5-15 mh tiap 8 jam bila perlu.

 

4. Skopolamin. Obat ini sebetulnya merupakan pilihan pertama untuk mabuk perjalanan menurut Americaan Academy of Family Physician. Ia adalah golongan antikolinergik yang kerjanya langsung ke sistem syaraf pusat. Efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit daripada antihistamin. Obatnya biasanya berbentuk transdermal/patch maupun tablet. Dosis sediaan yang dikonsumsi adalah 0,4-0,6 mg 1 jam sebelum bepergian, kemudian setiap 8 jam bila diperlukan. Di indonesia, obat ini harus ditebus dengan resep dari dokter.

 

5. Benzodiazepin. Sediaan ini adalah sediaan psikotropik yang digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan yang parah. Tentunya, obat ini harus menggunakan resep dari dokter.

 

Kira-kira, selain mengonsumsi obat, bagaimana cara mengatasi motion sickness?

· Minimalisir pergerakan—duduk di bagian depan kendaraan atau di tengah kapal laut.

· Lihat ke depan pada satu titik.

· Hiruplah udara segar sebanyak mungkin, misalkan dengan membuka jendela kaca.

· Alihkan perhatian anak kecil dengan mengajaknya berbicara, mendengarkan musik, atau bernyanyi.

· Beristirahat sebentar dari perjalanan ke rest area, minum air mineral, dan berjalan-jalan sebentar.

· Makan atau minum sesuatu yang mengandung jahe (permen/biskuit/teh).

· Hindari menonton film atau bahkan membaca novel, juga gadget.

· Hindari melihat pada benda yang bergerak seperti kendaraan yang melaju, atau wiper mobil.

· Hindari makanan berat, makan pedas, dan alcohol.

Ada baiknya, selain mengonsumsi obat-obat antimabuk sebelum beperjalanan, lakukan juga saran-saran di atas karena sejatinya obat hanya menghilangkan gejala—tetap perlu menghindari penyebab semaksimal mungkin. Obat antimabuk juga merupakan salah satu obat yang perlu dibawa saat bepergian (klik untuk menuju ke artikelnya http://haloapoteker.id/post/my-plan-b-traveller-s-medicine-kit).

 

Sumber:

Brainard, Andrew, and Chip Gresham. 2014. Prevention and Treatment of Motion Sickness. 1;90 (1):41-46. available online at https://www.aafp.org/afp/2014/0701/p41.html

https://www.webmd.com/cold-and-flu/ear-infection/motion-sickness#1

https://www.nhs.uk/conditions/motion-sickness/

https://medlineplus.gov/motionsickness.html

 


Share yuk !....

Dengan ikutan share di social media kamu, berarti kamu ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan.