Kisah Kopi, Teh, Coklat, dan Kola.


“Teh yang kafeinnya lebih banyak!”

“Kopi lah jelas-jelas! Kalau ngantuk kan minum kopi!”

“Gue baca kok, katanya teh! Tapi teh kafeinnya terjerap”

“Coklat tau yang lebih tinggi kafeinnya! Gue makan coklat kalau malam”

“Ah, kola juga berkafein kok! Tapi masa gue minum kola malem-malem?”

 

“Ah masa sih? Duh kok jadi simpang siur informasinya”

Keempat jenis makanan tersebut diketahui dan dikenal fungsinya sebagai sumber dan penambah stamina. Selain itu, keempat makanan ini merupakan makanan dengan rasa yang lezat, aroma yang sedap.

 

Kopi dan teh keduanya memang sering sekali diperbincangkan (selain dikonsumsi). Terlebih, kedua minuman tersebut memiliki penggemarnya masing-masing. Pecinta kopi, dan pecinta teh. Dipagi hari menjadi sebuah opsi yang sama-nikmat antara menyeduh kopi atau menyeduh teh, terlebih ditambah dengan biskuit atau roti hangat sebelum aktifitas harian yang padat. Begitu juga dengan cokelat, dan kola.

 

Akhir-akhir ini sering diperdebatkan, kadar kafein teh disebut-sebut lebih besar daripada kadar kafein pada kopi. Alasannya, terdapat tanin yang menjerap kafein pada teh, yang semestinya lebih tinggi dibanding kopi. Kemudian ditambah informasi mengenai cokelat dan kola. Coba kita simak beberapa ulasan berikut;

 

Pertama, tannin yang dikandung dalam teh ternyata tidaklah mengikat kafein atau zat lain, tidak pula memperlambat absorbsi. Belum didapatkan sumber valid terkait hal tersebut. Namun, kandungan kafein yang ada pada daun teh, jika dibandingkan dengan biji kopi memang lebih tinggi. Maksudnya, dalam kondisi belum di olah, kadar kafein pada teh memang lebih tinggi. Namun, yang dikonsumsi oleh manusia, adalah bentuk kopi dan teh yang telah diolah. Pada bentuk tersebut kadar kafein pada teh menjadi lebih rendah dibandingkan dengan kopi karena sebagian besar kafein teh tertinggal pada daunnya yang tidak ikut dikonsumsi, dan biasanya dibuang.

 

Dari hasil penelitian mengenai nilai standar kadar kafein pada bentuk makanan, diketahui urutan kandungan kafein terbesar ada pada kopi kemudian disusul oleh teh, kola, dan yang terakhir cokelat.

 

Cokelat dan kola? Kan kafeinnya sedikit?

Cokelat mengandung paling sedikit kafein, namun didalam cokelat terdapat teobromin yang juga berfungsi sebagai stimulan, sehingga cokelat juga cukup kuat dikatakan sebagai penambah stamina tubuh. Begitu juga dengan kola. Biji Kola mengandung metabolit lain selain kafein yang juga memiliki efek stimulan, diantaranya teobromin dan katekol.

 

Referensi:

Barone, J.J., H.R. Roberts. 1996. Caffeine Consumption. Food and Chemical Toxicology, Volume 34, Issue 1, January.

http://www.faqs.org/faqs/caffeine-faq/

 


Share yuk !....

Dengan ikutan share di social media kamu, berarti kamu ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan.