Oleh : Fransisca Fortunata, S. Farm., Apt.

 

 

Kemoterapi (kemo) merupakan istilah yang ditujukan untuk penggunaan obat sebagai pengobatan terhadap penyakit kanker. Seringkali terlintas dalam pikiran bahwa istilah kemoterapi sendiri sangatlah menakutkan banyak orang. Namun, sebagai cara untuk menenangkan pikiran dan menghindari rasa takut secara berlebihan, perlu diketahui apa itu kemoterapi, bagaimana kerja kemoterapi, dan apa yang akan diharapkan setelah penggunaan kemoterapi. Umumnya, rasa takut ini seringkali memberikan rasa yang lebih baik untuk mengontrol terapi kanker Anda.

Kemoterapi dan terapi radiasi seringkali dianggap sebagai standar emas untuk mengobati penyakit kanker, bukan karena kedua pengobatan ini telah terbukti ampuh untuk mengobati kanker. Namun, apa yang perlu diketahui terkait dengan pengobatan kemoterapi? Kemoterapi seringkali tidak efisien, tidak selektif. Hal ini disebabkan pengobatan kemoterapi seringkali membunuh sel sehat di samping membunuh sel kanker, yang sejatinya dapat mengakibatkan kerusakan yang serius pada tubuh. Sebagai tambahan, kemo dapat membunuh sel kanker dan sel sehat yang mampu membelah diri secara cepat.

 

Kenapa Seseorang Harus Menjalani Kemoterapi?

Kemoterapi berguna untuk menyembuhkan berbagai penyakit kanker, membunuh sel kanker mikroskopik yang mungkin ada, namun tidak terlihat. Bahkan, mampu membunuh tumor yang mengalami pengecilan sebelum dilakukan pembedahan atau radiasi, mengontrol pertumbuhan sel tumor saat penyembuhan dengan metode lain tidak memungkinkan, serta meringankan rasa nyeri dengan menekan perkembangan tumor.

 

Kemoterapi bekerja dengan menargetkan pengobatan terhadap sel yang sedang bertumbuh dan membelah secara cepat, seperti yang dilakukan oleh sel kanker. Namun, seringkali pengobatan kemoterapi juga akan mempengaruhi sel yang tumbuh dengan cepat, seperti pada kulit, rambut, usus, dan sumsum tulang. Hal ini seringkali menjadi efek samping dari pengobatan ini.

 

Kemoterapi juga berguna untuk:

a. Menyembuhkan kanker. Pada beberapa kasus, pengobatan dapat menghancurkan sel kanker sehingga dokter tidak lagi mendeteksi adanya sel kanker di dalam tubuh. Namun, setelah itu hasil terbaik adalah sel kanker tidak akan bertumbuh kembali. Namun, hasil baik seperti ini tidak selalu terjadi.

b. Mengontrol. Pada beberapa kasus, kemoterapi hanya dapat mengontrol agar sel kanker tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain dan berguna untuk memperlambat pertumbuhan sel tumor kanker.

c. Meredakan gejala. Pada beberapa kasus, kemoterapi tidak dapat menyembuhkan atau mengontrol penyebaran sel kanker dan digunakan untuk menghilangkan tumor yang dapat mengakibatkan rasa nyeri atau tertekan. Tumor seperti ini seringkali kembali tumbuh.

d. Meningkatkan efisiensi pengobatan terhadap kanker. Pengobatan kemoterapi dapat menyebabkan terapi lainnya (biologis atau radiasi) bersifat lebih efektif

 

Tujuan kemoterapi dapat dikategorisasikan sebagai berikut:

a. Kemoterapi neoadjuvant – Melenyapkan tumor sebelum terapi radiasi atau pembedahan

b. Kemoterapi adjuvant – Menghancurkan sel kanker yang tersisa setelah pembedahan atau terapi radiasi

 

Berikut ini adalah beberapa metode lain dalam mengobati kanker yang dapat dilakukan dengan kombinasi dengan kemoterapi

a. Pembedahan. Dokter menghilangkan jaringan atau sel yang mengalami kanker atau organ yang terserang sel kanker

b. Terapi radiasi. Dokter menggunakan partikel radioaktif yang invisibel untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi dapat dilakukan dengan menggunakan mesin khusus yang menyerang bagian tubuh dari luar, atau meletakkan bahan radioaktif di dekat atau bahkan di dalam tubuh

c.  Terapi biologis. Sel hidup dalam bentuk bakteri, vaksin, atau antibodi dipaparkan pada sel kanker.

 

Selain itu, perlu diketahui hal berikut. Berapa lama kemoterapi selesai dilakukan? Hal ini bergantung pada beberapa hal berikut, yaitu:

a.  Jenis penyakit kanker yang diderita

b.  Seberapa parah penyakit yang diderita

c.  Tujuan pengobatan : pengobatan, kontrol pertumbuhan, atau menghilangkan nyeri

d.  Jenis kemoterapi

e.  Cara tubuh melakukan respon terhadap pengobatan

 

 

Dalam melakukan pengobatan kemoterapi, dikenal istilah “siklus”, yang berarti periode pengobatan dan kemudian periode istirahat. Sebagai contoh, siklus 4 minggu yaitu 1 minggu pengobatan dan kemudian 3 minggu periode istirahat. Periode istirahat mengizinkan tubuh untuk membuat sel kembali sehat. Saat siklus telah direncanakan, lebih baik untuk tidak melewatkan jadwal pengobatan, namun dokter akan menanyakan apakah ada efek samping lain yang serius. Kemudian, tim medis akan membantu merencanakan siklus baru untuk membantu Anda.

 

Apa yang dirasakan selama kemoterapi?

Efek kemoterapi akan berbeda-beda bergantung pada kesehatan setiap orang secara keseluruhan, jenis kanker yang dimiliki, seberapa parah penyakit, dan jumlah dan jenis obat kemoterapi. Gen akan berperan penting dalam efek kemoterapi.

 

Apa efek samping yang mungkin muncul?

Umumnya, efek samping yang mungkin terjadi adalah rasa sakit atau kelelahan, rambut rontok, mudah mengalami pendarahan, infeksi, anemia, mual dan muntah, perubahan nafsu makan, konstipasi, diare, masalah pada bagian mulut, lidah, dan tenggorokan, perubahan warna kulit, perubahan berat badan, perubahan suasana hati, serta masalah seksual dan kesuburan.

 

Efek samping ini dapat hilang segera setelah pengobatan selesai, atau dapat juga bertahan lama yang disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor kesehatan pasien keseluruhan dan banyaknya obat yang dikonsumsi.

 

Sumber :

1.       American Cancer Society. (2018). Chemotherapy [Online]. Diakses 18 Desember 2018, dari American Cancer Society: https://www.cancer.org/content/cancer/en/treatment/treatments-and-side-effects/treatment-types/chemotherapy.html

2.       University of Lowa Hospitals and Clinics. (2018). Why and How is Chemotherapy Given? [Online]. Diakses 18 Desember 2018, dari ULHC: https://uihc.org/health-topics/why-and-how-chemotherapy-given

3.       Martin, Laura J. (2017). Chemotherapy: How It Works and How You’ll Feel [Online]. Diakses 20 Desember 2018, dari WebMD: https://www.webmd.com/cancer/chemotherapy-what-to-expect#1

 

 

 


Share yuk !....

Dengan ikutan share di social media kamu, berarti kamu ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan.