Efek Samping Obat Flu : Mengantuk. Kok bisa?

Oleh : Fransisca Fortunata, S. Farm., Apt.

 

Umumnya, orang dewasa akan mengalami gejala flu dengan frekuensi 4 hingga 6 kali per tahun, sementara anak-anak mengalaminya dengan frekuensi 6 hingga 8 kali per tahun. Gejala flu seringkali terjadi sepanjang tahun. Flu ini bertanggung jawab pada 40% waktu yang hilang akibat pekerjaan. Terdapat lebih dari 200 virus yang berkaitan dengan penyakit flu ini.

 

Saat ini, musim hujan sudah tiba. Setiap orang lebih mudah terserang penyakit flu dengan gejala rasa tidak enak badan. Obat flu dapat digunakan untuk meredakan gejala flu, seperti demam, nyeri, dan batuk. Ingin minum obat flu, namun khawatir dengan efek sampingnya (mengantuk) yang dapat mengganggu produktivitas? Ayo simak ulasannya pada ulasan artikel berikut.

 

Mengapa obat dapat mengakibatkan rasa ngantuk?

Rasa kantuk merupakan salah satu efek samping obat flu yang seringkali dilaporkan. Tidur merupakan proses biologis yang kompleks. Obat flu mengandung senyawa yang berlawanan dengan efek histamin, yaitu antihistamin. Antihistamin berfungsi untuk meredakan gejala-gejala seperti flu. Mekanisme kerjanya adalah dengan menghalangi gejala-gejala flu, seperti demam, pegal-pegal, batuk kering, sakit kepala, kelelahan, menggigil, dan bersin. Oleh karena efek sampingnya yang menimbulkan rasa kantuk, maka antihistamin seringkali digunakan sebagai salah satu zat aktif pada obat tidur dan obat lain seperti difenhidramin.

 

Lalu, bagaimana mekanisme antihistamin sehingga dapat menghasilkan efek samping mengantuk?

Hal ini berkaitan dengan pengaruh histamin pada sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Histamin merupakan zat aktif yang akan menyebabkan diri penggunanya terjaga dan mudah berkonsentrasi. Apabila obat dikonsumsi, maka senyawa antihistamin pada obat akan masuk ke dalam otak dan mengganggu kesadaran sehingga cenderung menimbulkan rasa kantuk dan sulit berkonsentrasi. Selain itu, histamin juga akan diproduksi oleh tubuh saat terpapar oleh alergen atau sebagai respon terhadap infeksi. Histamin sendiri mampu mengakibatkan gejala alergi umum, seperti bersin, gatal pada hidung, dan pilek.

 

Beberapa obat flu yang beredar mengandung antihistamin generasi pertama, yaitu antihistamin yang lebih sedatif atau menenangkan. Antihistamin jenis ini lebih baik untuk mengobati gejala-gejala sakit karena mendorong seseorang untuk dapat beristirahat penuh. Beberapa antihistamin yang tergolong dalam antihistamin generasi pertama adalah difenhidramin, klorfeniramin, klemastin, bromfeniramin, karbinoksamin, siproheptadin, dexklorfeniramin, dimenhidrinat, hidroksizin, prometazin, triprolidin, dan doksilamin suksinat. Antihistamin generasi pertama dapat dengan mudah menembus blood-brain barrier dan menginhibisi histamin untuk berikatan dengan reseptornya.

 

Lalu, apa yang dapat dilakukan untuk mencegah rasa kantuk?

Efek mengantuk yang ditimbulkan oleh obat cenderung berbeda-beda pada setiap orang. Ada beberapa orang yang akan mengantuk, sementara beberapa orang lain tetap terjaga. Antihistamin yang terdapat pada obat semprot hidung juga cenderung menimbulkan rasa kantuk. Sebab, cara penyemprotan ini menargetkan langsung ke pembuluh darah di saluran hidung.

 

Apabila Anda takut minum obat pada siang hari akibat efek mengantuk dan bahkan dapat berisiko menghambat aktivitas, obat flu sebaiknya diminum pada malam hari. Alhasil, obat ini akan membuat Anda cepat tertidur dan kembali pulih di keesokan harinya. Selain itu, konsumsi obat sebaiknya dihindari saat mengemudi agar tidak mengganggu konsentrasi dan membahayakan keselamatan.

 

Cara terbaik untuk mencegah penyakit flu adalah dengan menghindari paparan penyebab penyakit dan mengonsumsi makanan sehat yang dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit, seperti madu, teh hijau, sayur-sayuran, dan buah-buahan, serta menjalani pola hidup sehat dengan rutin berolahraga, mengonsumi air putih dengan jumlah yang cukup, dan beristirahat cukup di malam hari (6 – 8 jam per hari). Pengelolaan stres dengan bijaksana juga perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit flu. Sebab, penyakit flu seringkali timbul akibat sistem imun yang sedang menurun.

 

Terkait dengan efek samping obat ini, sebaiknya pasien berkonsultasi dengan dokter/apoteker terkait obat yang akan dikonsumsi. Dokter atau apoteker akan memberikan saran pilihan obat terbaik agar pasien dapat terus bekerja tanpa adanya rasa mengantuk.

 

Sumber :

  1. Safitri, Adelia Marista. (2018). Ini Alasan Kenapa Obat Flu Selalu Bikin Ngantuk. [Online]. Diakses pada 5 November 2018, dari Hello Sehat: https://www.msn.com/id-id/kesehatan/segurosmedicos/ini-alasan-kenapa-obat-flu-selalu-bikin-ngantuk/ar-BBI4CBF

  2. National Sleep Foundation. (2018). Sleepiness, Medication and Drugs: Why Your OTC Medications and Presciption Drugs Migth Make You Tired. [Online]. Diakses 5 November 2018, dari National Sleep Foundation:  https://www.sleepfoundation.org/excessivesleepiness/content/sleepiness-medication-drugs-why-your-otc-medications-and-prescription-drugs-might-make-you

  3. Castro, Joseph. (2013). Why Do Antihistamines Make You Drowsy? [Online]. Diakses 20 Desember 2018, dari Live Science:  https://www.livescience.com/41999-antihistamines-drowsy-benadryl-allergies.html

  4. Antihistamines, 1st Generation [Online]. (2018). Diakses 28 Desember 2018, dari Medscape: https://reference.medscape.com/drugs/antihistamines-1st-generation




Share yuk !....

Dengan ikutan share di social media kamu, berarti kamu ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan.