Oleh : Septyani Rahayu, Apt.

 

Pencahar merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi keluhan konstipasi atau lebih dikenal dengan istilah sembelit. Sembelit biasanya digambarkan dengan salah satu atau beberapa gejala dibawah ini:

1.       Mengejan saat buang air besar

2.       Merasa nyeri saat buang air besar

3.       Merasa kembung

4.       Tinja keras dan kering

5.       Tinja keluar hanya sedikit

6.       Ada perasaan tidak tuntas setelah buang air besar

 

Sebenarnya bagaimana frekuensi buang air besar yang baik itu?

Frekuensi buang air besar normal sangat bervariasi dari 3 kali sehari sampai setidaknya 3 kali seminggu. Semakin bertambah usia, frekuensi buang air besar seseorang bisa berkurang. Pada lansia, sembelit terjadi karena adanya perubahan waktu transit melalui usus besar menjadi semakin lama sehingga mengurangi dorongan atau keinginan untuk buang air besar. Selain itu faktor asupan serat dan kurangnya aktivitas fisik pada lansia juga berpengaruh pada kelancaran buang air besar. Oleh karena itu, frekuensi buang air besar hanya bisa dijadikan acuan kondisi sembelit apabila frekuensi berkurang saat dibandingkan dengan kebiasaan buang air besar pada orang yang sama.

 

Apa yang harus dilakukan jika kita mengalami sembelit?

Saran untuk mengatasi sembelit yang utama yaitu modifikasi gaya hidup anda dengan meningkatkan asupan serat secara bertahap setiap harinya, serat berfungsi untuk menambah massa dan melunakan tinja. Selain itu anda juga sebaiknya mulai rutin melakukan olahraga seperti berlari atau berenang, meningkatkan asupan cairan untuk mengimbangi asupan serat (disarankan 2L sehari, atau maksimal 3L untuk ibu hamil/menyusui), dan memperbaiki kebiasaan buang air besar. Sebaiknya meluangkan waktu untuk mencoba buang air besar di pagi hari setelah bangun tidur atau setelah sarapan apabila muncul refleks keinginan untuk buang air besar, hal ini agar terbentuk kebiasaan buang air besar secara rutin setiap harinya.

 

Sudah coba tips diatas tapi masih sembelit? Hmm. Mungkinkah kita membutuhkan bantuan obat pencahar?

Bila dengan modifikasi gaya hidup saja belum membantu mengatasi sembelit, maka anda dapat menggunakan pencahar. Pencahar tidak boleh digunakan sembarangan, terutama pada anak-anak. Anak <6thn sebaiknya tidak diberikan pencahar kecuali bila diresepkan oleh dokter. Walaupun obat pencahar ada yang dijual sebagai obat bebas tanpa resep (berlogo hijau/biru), sebaiknya anda tetap berkonsultasi dengan apoteker di apotek untuk menentukan obat pencahar apa yang sesuai dengan kebutuhan anda. Tetapi apabila anda mengalami sembelit disertai dengan gejala-gejala berikut: kram perut, demam, mual, muntah, penurunan berat badan, tinja berdarah, tinja berwarna hitam, memiliki riwayat penyakit radang usus, memiliki riwayat penggunaan obat pencahar yang terlalu sering dan tidak sesuai aturan penggunaan, maka sebaiknya anda segera berkonsultasi ke dokter untuk memperoleh terapi yang sesuai.

 

Pencahar itu ada banyak! Mereka terbagi ke dalam beberapa golongan

Adapun pilihan obat pencahar tanpa resep yaitu:

1. Golongan obat pembentuk massa seperti metilselulosa, polycarbophil, dan psilium (biji plantago), obat golongan ini bekerja seperti serat dari asupan makanan yang menambah massa tinja, yaitu dengan mengembang dalam cairan usus membentuk gel yang mempermudah pengeluaran isi usus dan merangsang gerakan peristaltik usus. Obat ini memberikan efek dalam rentang 12-72 jam atau 1-3 hari.

 

2. Golongan obat hiperosmotik seperti gliserin, polietilen glikol (PEG) 3350 atau macrogol, sorbitol, laktulosa. Obat ini bekerja melunakan tinja dengan meningkatkan jumlah cairan di usus sehingga memudahkan tinja untuk dikeluarkan. Obat ini memberikan efek dalam rentang 24-72 jam atau 2-3 hari.

 

3. Golongan obat stimulan seperti bisakodil, senna, dan natrium picosulfate. Obat ini bekerja dengan meningkatkan gerakan peristaltik usus sehingga memudahkan tinja untuk dikeluarkan. Obat ini memberikan efek 6-24 jam atau sekitar 1 hari.

 

4. Golongan obat salin seperti magnesium hidroksida, magnesium sulfat, magnesium sitrat, natrium fosfat, atau natrium bifosfat. Obat ini bekerja dengan meningkatkan cairan dalam usus dan memicu peristaltik usus. Golongan ini bekerja cepat yaitu dalam rentang 30 menit-3 jam, sehingga disarankan penggunaannya bertujuan pengosongan usus misalnya untuk pemeriksaan endoskopi atau menghilangkan obat-obatan yang dicurigai menyebabkan keracunan.

 

Catatan: rentang waktu timbulnya efek obat-obat yang disebutkan diatas biasanya diberikan dalam bentuk obat oral (melalui mulut) apabila diberikan dalam bentuk obat rektal (melalui anus) contohnya seperti supositoria, enema/clysma maka obat akan menimbulkan efek lebih cepat lagi. Contohnya suppositoria bisakodil memberikan efek dalam 15-60 menit saja.

Hmmm. Golongan pencahar mana yang tepat for the first rescue?

Pilihan pertama obat pencahar sebaiknya dipilih golongan obat pembentuk massa untuk memodifikasi tinja karena paling sesuai dengan mekanisme kerja tubuh dalam membantu pengeluaran tinja. Bila setelah itu tinja dirasa masih keras, maka pilihan kedua yaitu golongan obat hiperosmotik untuk melunakkan tinja. Bila tinja sudah melunak tapi masih merasa sulit dikeluarkan, maka pilihan ketiga yaitu golongan obat stimulan untuk membantu mempermudah pengeluaran tinja.

 

Bagaimana cara menggunakan obat pencahar?

Cara penggunaan obat pencahar menyesuaikan dengan bentuk obatnya, silahkan tanya kepada apoteker di apotek, terutama untuk penjelasan cara penggunaan obat suppositoria atau enema/clysma yang langsung memasukan obat ke dalam anus. Obat pencahar juga dapat menimbulkan efek samping seperti kembung, kram perut, atau dehidrasi yang menyebabkan sakit kepala dan urin berwarna pekat. Apabila efek samping ini muncul maka jangan khawatir saat sifatnya masih ringan dan berhenti saat penggunaan obat juga dihentikan.

 

Jangan pakai obat pencahar dalam jangka waktu yang lama, ya……

Obat pencahar sebaiknya hanya digunakan dalam jangka waktu yang pendek. Apabila sembelit membaik maka segera hentikan penggunaan obat pencahar. Jangan bergantung kepada obat pencahar setiap harinya agar buang air besarnya selalu lancar karena itu juga bisa menimbulkan efek lain yang berbahaya, contohnya seperti diare, obstruksi usus, ketidakseimbangan elektrolit pada tubuh. Mulailah modifikasi gaya hidup seperti yang sudah disebutkan sebelumnya untuk mencegah sembelit kembali terjadi. Apabila sudah memodifikasi gaya hidup namun sembelit masih sering terjadi atau sembelit belum membaik setelah menggunakan obat pencahar selama seminggu, segera konsultasikan kembali kepada dokter.

 

Referensi:

DiPiro Joseph T., R.L. Talbert, G.C. Yee, G.R. Matzke, B.G. Wells, L.M. Posey. 2011. Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach Eight Edition. McGraw Medical Hill. New York.

Dlugosz, C.K. 2014. Rujukan Cepat Obat Tanpa Resep Untuk Praktisi. Terjemahan oleh Lolita, Miftahurromah, N., dan Pramastya, H. EGC. Jakarta.

Informasi Spesialite Obat (ISO) Indonesia Volume 49 2014-2015.

MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi Edisi 11 2011-2012.

National Health Service. 2016. Overview: Laxatives. Available online at: www.nhs.uk/conditions/laxatives/


Share yuk !....

Dengan ikutan share di social media kamu, berarti kamu ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan.