Hati-hati hujan!

Musim hujan kerap disebut sebagai musim penyakit. Seringkali kita diminta waspada terhadap penyakit-penyakit khas yang ada di musim penghujan. Namun sebenarnya ada sebab apa dibalik tetes-tetes hujan? Apa saja penyakit yang marak di musim penghujan?

Faktanya adalah, ternyata tetes hujan tidak secara langsung menyebabkan penyakit.

Hujan menurut KBBI adalah /hu·jan/ (n): titik-titik air yang berjatuhan dari udara karena proses pendinginan.

Hasil dari tetes air yang berjatuhan menyebabkan musim hujan dikenal dengan musim yang rentan memunculkan penyakit karena memunculkan beberapa perubahan-perubahan kondisi lingkungan seperti:

1.       Perubahan suhu lingkungan (suhu cenderung menurun): Terdapat beberapa jenis virus maupun bakteri yang mudah berkembang biak karena adanya perubahan suhu. Seiring dengan bertambah pesatnya virus atau bakteri penyebab penyakit, maka manusia menjadi lebih rentan terinfeksi bakteri atau virus penyebab penyakit tersebut salah satunya seperti influenza, batuk dan pilek. Selain itu suhu yang menurun dapat meningkatkan potensi kekambuhan pada pasien asma dan memicu Seasonal Affective Disorder (SAD) atau yang dikenal sebagai gangguan mood musiman.

 

Yang harus dilakukan: Kesehatan keluarga dan kesehatan diri sendiri harus diperhatikan. Upayakan sistem imun tidak menurun, jaga kebersihan rumah, konsumsi nutrisi yang bergizi seimbang, dan sempatkan untuk berolahraga.

 

2.       Tercemarnya sumber air minum maupun sumber makanan terutama dalam kondisi banjir. Hal ini menyebabkan meningkatnya potensi penyakit seperti diare dan penyakit pencernaan lainnya seperti tifoid atau tifus. Kondisi ini biasanya sering terjadi di sarana pengungsian bencana banjir.

 

Yang harus dilakukan: Cuci tangan menggunakan sabun dengan sempurna setiap akan makan dan minum serta setelah buang hajat. Merebus air minum hingga mendidih. Hindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal. Jaga kebersihan makanan dan minuman.

 

3.       Banyaknya genangan air. Genangan air menjadi tempat ideal dan favorit bagi nyamuk Aedes aegypti untuk bersarang dan berkembang biak. Inilah yang kita kenal sebagai nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

 

Yang harus dilakukan: 3M (Mengubur, Menguras, dan Menutup). Kubur kaleng-kaleng bekas atau yang berpotensi digenangi air, menguras tempat penampungan air secara teratur, dan menutup tampungan air dengan rapat untuk hindari kemungkinan nyamuk masuk dan berkembang biak.

 

4.       Fenomena Banjir menyebabkan peningkatan penyebaran bakteri, salah satu contohnya adalah leptospira yang ada pada kotoran tikus (kotoran tikus tercampur oleh air dan terbawa aliran banjir). Bakteri ini dapat menginfeksi manusia khususnya jika seseorang sedang memiliki luka dan luka tersebut terendam air banjir. Selain itu kotoran dari sumber lainnya juga dapat terbawa aliran bajir dan menyebarkan banyak bakteri sumber penyakit lainnya.

 

Yang harus dilakukan: bersihkan tempat-tempat yang potensial menjadi sarang tikus, bersihkan dan tindak lanjuti tumpukan sampah dengan baik.

 

5.  Lingkungan yang lembab muncul akibat intensitas air yang bertambah. Kondisi lembab meningkatkan potensi tumbuhnya jamur serta bakteri. Jamur atau bakteri dapat tumbuh di bagian tubuh kita dan menyebabkan penyakit pada kulit.

 

Yang harus dilakukan: menjaga kebersihan diri, mandi dengan benar dan teratur menggunakan sabun.

 

6.      Tercemarnya udara adalah manifestasi dari sebab-sebab sebelumnya. Menurunnya faktor kebersihan menyebabkan udara ikut tercemar. Transmisi bakteri atau virus penyebab penyakit yang melalui udara salah satunya adalah bakteri dan virus penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain itu penularan juga dapat terjadi.

 

Yang harus dilakukan: gunakan masker ketika berdekatan dengan penderita ISPA, jangan meludah sembarangan (bagi pasien ISPA), mencuci tangan secara teratur terutama setelah beraktivitas ditempat umum, hindari menyentuh bagian wajah (mulut, hidung, dan mata), tingkatkan konsumsi multivitamin, hindari merokok, tutup mulut anda ketika bersin.



Referensi :

 http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Informasi_Iklim/Prakiraan_Iklim/Prakiraan_Musim.bmkg#ixzz40RSWLRYu

https://www.futuready.com/artikel/kesehatan/waspadai-penyakit-yang-muncul-di-musim-hujan

http://www.alodokter.com/ispa


Share yuk !....

Dengan ikutan share di social media kamu, berarti kamu ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan.