Trending

Kenali Macam-macam Area Suntik

Swamedikasi Diare

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

Update COVID19: Plasma Konvalesen dan Covid 19

Update COVID19: Plasma Konvalesen dan Covid 19

  • 199

Seperti yang kita ketahui, saat ini kita sedang mengalami pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-COV 2. Sampai saat ini belum ada vaksin atau obat khusus untuk menangani wabah ini. Berbagai pendekatan medis terus dilakukan, salah satu terapi yang saat ini diuji coba adalah donor plasma konvalesen untuk pasien Covid-19.

Plasma Konvalesen

                    Plasma Konvalesen diperoleh dengan menggunakan apheresis dari darah penderita yang sudah sembuh dari Covid-19. Plasma Konvalesen sendiri kaya akan antibodi. Plasma konvalesen telah digunakan sebagai terapi di beberapa pandemi, termasuk Flu Spanyol, SARS-CoV, virus West Nile, dan baru-baru ini, virus Ebola (Rojas,2020).

Mekanisme dan Benefit dari Plasma Konvalesen
                Dalam plasma konvalesen terdapat antibodi penetralisir (Nabs) dan komponen lain termasuk IgG dan IgM. Antibodi penetralisir akan berikatan dengan spike protein yang terdapat dalam sel darah merah sehingga menghambat penempelan dan amplifikasi (perbanyakan materi genetik virus) (Tian et al,2020). Sedangkan komponen lain selain Non-Nabs berkontribusi terhadap pencegahan penyakit dan pemulihan pasien (Bloch M et al,2020).

                Plasma konvalesen sebagai imunomodulator berkaitan dengan mengontrol cytokine storm (Rojas et al,2020). Cytokine storm adalah kondisi tubuh sebagai respon inflamasi yang disebabkan oleh berbagai factor salah satunya adalah infeksi virus. Pelepasan sitokin yang tidak terkendali menyebabkan munculnya inflamasi yang dapat menyebabkan kegagalan banyak organ dan menyebabkan tingkat kematian semakin tinggi (Ye at al, 2020).

Efek Samping dari Plasma Konvalesen

Efek samping yang paling umum adalah reaksi alergi ringan. Efek samping yang jarang tetapi serius termasuk masalah dengan jantung atau paru-paru, atau infeksi. Seperti halnya semua produk darah, produk plasma diuji secara menyeluruh sebelum digunakan. Semua darah yang disumbangkan diperiksa untuk darah jenis kompatibilitas serta infeksi seperti hepatitis B dan C, HIV, dan banyak infeksi lain (Rubin,2020).

 

Siapa yang Bisa menjadi Donor?

Pendonor bisa berasal dari seseorang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan bebas dari gejala selama 14 hari atau seseorang yang tidak pernah terkonfirmasi memiliki COVID-19 tetapi yang sudah pulih Gejala COVID-19 dan juga terbukti positif untuk antibodi SARS-CoV-2 (Rubin,2020).

 

Saat ini perkembangan penggunaan plasma konvalesen di Indonesia sudah digunakan di beberapa rumah sakit rujukan COVID-19, beberapa diantaranya RSPAD Gatot Subroto, RSUP Hasan Sadikin Bandung, RS Kariadi Semarang.

Supervisor:
  • Sani Asmi Ramdani Lestari
Visualitator:
  • Putri Kholilah
  • (1) Bloch EM, Shoham S, Casadevall A, Sachais BS, Shaz B, Winters JL, et al. Deployment of convalescent plasma for the prevention and treatment of COVID- 19. J Clin Invest 2020. https://doi.org/10.1172/JCI138745
  • (2) Rojas, Manuel, et al.
  • (3) Rubin, Rita.
  • (4) Tian X, Li C, Huang A, Xia S, Lu S, Shi Z, et al. Potent binding of 2019 novel coronavirus spike protein by a SARS coronavirus-specific human monoclonal antibody. Emerg Microbes Infect 2020;9:382–5. https://doi.org/10.1080/22221751. 2020.1729069
  • (5) Ye, Qing, Bili Wang, and Jianhua Mao.
Corona Virus Covid-19

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here