Trending

Info Obat : Kortikosteroid, Obat Dewa?

Swamedikasi Diare

Sunscreen, SPF, dan yang Kita Pilih Selama Ini

Bagaimana Cara Menggunakan Obat di Bulan Ramadhan?

Sunscreen, SPF, dan yang Kita Pilih Selama Ini

Sunscreen, SPF, dan yang Kita Pilih Selama Ini

  • 1360

Sunscreen, SPF, dan yang Kita Pilih Selama Ini

Oleh : Sani Asmi Ramdani Lestari, Apt.

 

Tren Beauty Blogger

Maraknya tren beauty bloggerdi media sosial membuat khalayak berbondong-bondong membeli apa yang para beauty bloggerrekomendasikan. Rutinitas merawat kulit bermacam-macam dari 9 tahap sampai 12 tahap. Salah satu tahap yang pasti disebut adalah penggunaan sunscreen. Pada dasarnya, sunscreendigunakan untuk melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh radiasi sinar UV. Masalahnya, apakah kita cukup paham dengan apa yang selama ini kita pilih? Apakah yang kita pilih cocok dengan karakter kulit kita?

Sinar matahari diperlukan untuk melangsungkan kehidupan, seperti membantu kulit memproduksi vitamin D untuk kesehatan tubuh dan tulang. Tapi, selayaknya konsep ‘berlebihan itu tidak baik’, sinar matahari juga dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Paparan sinar matahari adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan kanker kulit. Sebuah studi meyebutkan bahwa 90% kanker kulit non-melanoma dan 65% kanker kulit melanoma berhubungan dengan paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari.

Sinar UV yang dapat memberikan efek pada kulit adalah sinar UVA dan UVB. Sinar UVA terserap sampai ke jaringan kulit terdalam dan dapat menyebabkan berkurangnya elastisitas kulit dan pengerutan—dengan kata lain penuaan dini. Sinar UVB biasanya memberikan efek pada permukaan kulit seperti berubahnya warna kulit dan efek terbakar.

 

Sunscreen

Sunscreenyang mengandung Sun Protector Factoratau sering disingkat SPF dapat melindungi kulit dari sinar UV. Nilai SPF menjelaskan seberapa lama kulit akan terlindung. Misalnya, sunscreendengan SPF 15 akan melindungi kulit dari efek terbakar 15 kali lebih lama daripada ketika kulit tanpa perlindungan sama sekali. 

MenurutCancer Research UKdan National Health Servicedi Inggris, SPF 15 merupakan nilai SPF terendah yang direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari. SPF 15 dapat memberikan 93% proteksi pada kulit atas paparan sinar UVB. Nilai SPF tidak sertamerta menunjukkan multipikasi efek, misalnya, SPF 30 tidak memberikan efek proteksi 2 kali lebih lama daripada SPF 15. SPF 30 hanya meberikan proteksi 97% dari paparan sinar UV. 

Pertimbangan dalam memilih sunscreen bisa sesuaikan dengan tipe warna kulit yang dimiliki. Meskipun stigma semakin tinggi nilai SPF semakin mampu melindungi, akan lebih efisien jika kita memilih dengan tepat sesuai kebutuhan.

Waktu di Luar Ruangan (jam)

Warna Kulit (Skala Fitzpatrick, 1975)

Tipe 1

Sangat terang, cenderung pucat

Tipe 2

Putih, menuju kuning

langsat

Tipe 3

Kuning langsat menuju sawo terang

Tipe 4

Sawo matang

Tipe 5

Cokelat gelap

1

SPF 30

SPF 15

SPF 15

SPF 8-14

SPF 8-14

2

SPF 30

SPF 30

SPF 30

SPF 15

SPF 8-14

3

SPF 50+

SPF 50+

SPF 30

SPF 15

SPF 15

4

SPF 50-100

SPF 50+

SPF 30

SPF 30

SPF 15

5

SPF 50-100

SPF 50-100

SPF 50-100

SPF 50+

SPF 30

 

Tipe sunscreenjuga beragam dan cenderung memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 

Tipe Formula Sunscreen

Kelebihan

Kekurangan

Baik untuk

Losion 

Murah dan mudah diaplikasikan

Lengket dan berminyak

Tipe kulit kering

Krim

Tebal dan melembapkan

Agak susah digunakan

Tipe kulit kering

Gel

Tidak lengket dan berminyak

Bisa membuat kulit kering

Tipe kulit berbulu

Spray

Tidak lengket dan berminyak

Sulit mengetahui sudah seberapa banyak diaplikasikan pada kulit

Tipe kulit berbulu, anak-anak

Roll-on

Mudah digunakan pada semua area

Sulit untuk digunakan pada area yang luas

Wajah

Stik

Mudah digunakan pada semua area

Lengket

Wajah 

Oil

Mudah digunakan dan tahan lama dalam melembapkan

Harus melakukan pengulangan dalam penggunaannya

Tipe kulit kering

SPF pada makeup dan skincare

Memberikan proteksi dasar setiap hari

Biasanya nilai SPF rendah, tanpa proteksi UVA

Wajah

 

Persistent Pigment Darkening, apa tuh?

Selain SPF, ada pula yang disebut dengan PPD, yaitu Persistent Pigment Darkening. PPD inilah yang merupakan factor proteksi yang melindungi kulit dari radiasi sinar UVA. Di Negara Asia seperti Jepang dan Korea, factor proteksi sinar UVA ini sering dilabeli dengan PA+/PA++/PA+++. Japanese Cosmetic Industry Associationmenyebutkan bahwa PA+ memiliki level proteksi yang rendah, PA++ termasuk moderat, dan PA+++ berarti memberikan level proteksi yang tinggi.

Perlu dipahami, bahwa menggunakan sunscreen tidak membuat kita 100% terlindung dari kanker kulit. Sunscreenhanya akan mencegah dan meminimalisir efek kerusakan yang disebabkan oleh paparan sinar matahari. Dalam penggunaannya, sunscreendianjurkan untuk digunakan 30 menit sebelum terpapar sinar matahari dan dianjurkan pula untuk mengulangnya tiap 2 jam karena tidak semua sunscreentahan air maupun keringat.

Untuk memaksimalkan perlindungan dari sinar matahari, kita tetep perlu menghindari sinar matahari langsung, mencari ‘bayangan’ apalagi pada pukul 11 siang hingga 3 sore, juga menggunakan pakaian yang cukup melindungi dari sinar matahari langsung. 

Jadi, sudah paham betulkah dengan sunscreenyang selama ini kita pilih?

 

Sumber:

Latha, et all. 2013. A Review: Sunscreen Agent. The Journal of Clinical Aesthetic Dermatology. Volume 6: 1.

Robinson, Julia. 2017. Science of Suncreen. Online at https://www.pharmaceutical-journal.com/news-and-analysis/infographics/science-of-sunscreen/20203013.article?firstPass=false

United States Environtmental Protection Agency. 2006. The Burning Fact. Online at https://www.epa.gov/sites/production/files/documents/suncreen.pdf

Sachdeva, Silonie. 2009. Fitzpatrick skin typing: Applications in dermatology. Indian J Dermatol Venereol Leprol. 75:(1)

Banana Boat. Online at http://www.bananaboat.com/sun-safety/spf-chart

 

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here