Trending

Kenali Macam-macam Area Suntik

Swamedikasi Diare

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

Panas Terik? Waspada Kanker Kulit Mengintai!

Panas Terik? Waspada Kanker Kulit Mengintai!

  • 360

Selama bulan September dan Oktober yang lalu, Badan Meteorologi dan Geofisika memperingatkan akan adanya perubahan cuaca dengan panas ekstrim hingga 37 derajat Celcius di sebagian wilayah di Indonesia. Selain suhu panas, cuaca ekstrim juga disertai dengan panas terik. Dampak dari perubahan cuaca ekstrim ini sangatlah beragam, dari memicu kebakaran hutan hingga risiko meningkatnya kanker kulit akibat paparan cahaya matahari. Sebenarnya apa saja sih faktor pemicu dan penyebab kanker kulit? Dan bagaimana cara menghindarinya? Yuk kita bahas bersama!

Seluruh sel di dalam tubuh termasuk sel kulit, akan beregenerasi dan berganti setiap waktu untuk memastikan jaringan yang dibentuk dari sel bekerja dengan baik sesuai fungsinya. Akan tetapi, pertumbuhan tidak terkontrol dari sel tubuh dapat berakibat pada terbentuknya tumor, dari tumor yang bersifat jinak, hingga tumor ganas atau biasa dikenal dengan kanker. Sebelum mengenal kanker kulit lebih jauh, harus dipahami bahwa kulit terdiri dari berbagai lapisan.

Kulit adalah organ tubuh yang melindungi tubuh dari paparan dan lingkungan. Kulit berfungsi melindungi tubuh dari radiasi Ultraviolet (UV), senyawa beracun dan infeksi dari luar. Kulit sendiri terbagi menjadi beberapa lapisan, yaitu:

  • Lapisan Epidermis

Lapisan paling tipis pada bagian terluar tubuh yang melindungi tubuh dari cahaya matahari langsung, perubahan temperature dan infeksi.

 

  • Lapisan Dermis

Lapisan tebal pada bagian dalam kulit yang terdiri atas folikel rambut dan saraf serta pembuluh darah tubuh yang diseliputi oleh jaringan kaya kolagen.

 

  • Lapisan Subkutis

Lapisan terdalam kulit yang terdiri atas jaringan lemak dan jaringan kaya kolagen. Pada lapisan subkutis terdapat jaringan pembuluh darah yang berfungsi sebagai penyedia nutrisi ke seluruh tubuh

Kebanyakan sel kanker akan berkembang pada bagian epidermis kulit, hal ini disebabkan karena sel epidermis kulit yang terkena paparan dari luar tubuh. Menurut penelitian, mayoritas kanker kulit terjadi akibat paparan cahaya matahari yang merusak sel kulit, disertai dengan faktor genetik dan kanker kulit yang dipicu oleh bahan-bahan kimiawi. Akan tetapi, penyebab utama kanker kulit adalah paparan sinar UV dari cahaya matahari. Sinar UV yang sampai ke tubuh akan merusak susunan DNA pada sel yang berakibat pada terbentuknya sel-sel rusak/abnormal. Pertumbuhan sel rusak ini kemudian terakumulasi seiring dengan pertumbuhan tubuh dan berakibat pada tumbuhnya sel tumor.

Umumnya, kanker kulit akan tumbuh di area-area tubuh yang terpapar sinar matahari, seperti area wajah, leher dan sekitar bibir. Walaupun jarang ditemukan, kanker kulit juga dapat terbentuk pada area yang tidak terkena sinar matahari, seperti telapak tangan dan kaki atau di sela-sela jari kaki.

Kanker kulit sendiri terbagi atas 2 kategori, yaitu Kanker Kulit Non-Melanoma dan kanker kulit melanoma.

Kanker Kulit Non-Melanoma (NMSC)

Kanker kulit non- melanoma terbagi dalam 2 jenis, yaitu Karsinoma Sel Basal (KSB) dan Karsinoma Sel Skuamosa (KSS).

  • Karsinoma Sel Basal (KSB)

Kanker kulit karsinoma sel basal merupakan kanker kulit yang paling banyak ditemukan dan paling mudah ditangani. Hampir 80% dari total kanker kulit yang dilaporkan merupakan kanker jenis ini dan umum ditemui pada individu berusia di atas 40 tahun. Karsinoma sel basal umumnya berkembang dengan sangat lambat dan tidak menyebar ke bagian lain dari tubuh. Karsinoma sel basal banyak ditemukan pada area yang terpapar sinar matahari seperti kepala, hidung, dan leher. Pertumbuhan sel ini ditandai dengan adanya benjolan pada kulit.

 

  • Karsinoma Sel Skuamosa (KSS)

Serupa dengan karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa juga merupakan jenis kanker kulit yang umum ditemukan di area yang terpapar sinar matahari. Akan tetapi kanker kulit jenis ini sebaiknya langsung ditangani, karena sifatnya yang dapat menyebar ke organ lain pada tubuh.

Menurut penelitian di Amerika Serikat, individu dengan warna kulit lebih gelap memiliki risiko kanker kulit yang lebih rendah dibandingkan dengan individu dengan warna kulit lebih terang.

 

Kanker kulit melanoma

Melanoma jarang ditemukan daripada jenis kanker kulit yang lain. Akan tetapi tingkat keganasan dan bahaya dari kanker melanoma jauh lebih tinggi apabila tidak terdeteksi. 75% dari total kematian akibat kanker kulit disebabkan oleh melanoma. Penanganan untuk melanoma juga belum diketahui secara pasti, sehingga tingkat kesembuhan pasien dari melanoma tergolong rendah. Tindakan preventif sangat disarankan untuk mencegah terjadinya kanker melanoma.

Salah satu cara untuk mencegah kanker kulit adalah melindungi tubuh dari paparan cahaya matahari secara langsung. Tidak ada cara pasti dalam mencegah kanker kulit akan tetapi banyak usaha-usaha pencegahan yang dapat kita coba untuk mengurangi paparan langsung sinar UV ke kulit. Berikut beberapa cara mencegah kanker kulit:

  1. Gunakan pakaian tertutup dan topi saat bepergian keluar rumah
  2. Gunakan sunscreen dengan nilai SPF minimal 30, setengah jam sebelum bepergian keluar rumah, dan jangan lupa untuk re-apply ya setiap minimal 2 jam!
  3. Mengurangi berada di luar ruangan terutama pada jam 10 pagi hingga 4 sore, hal ini dikarenakan sinar matahari dan paparan UV berada pada puncaknya.
  4. Perhatikan tahi lalat yang tumbuh di tubuh. Apabila tahi lalat membesar seiring waktu, segera periksakan ke dokter! Beberapa tipe tahi lalat yang tumbuh dapat menjadi faktor risiko pertumbuhan kanker melanoma kulit lho!
  5. Konsumsi Vitamin D yang baik untuk tulang dan kulit. Cara termudah untuk mendapatkan Vitamin D adalah dari makanan, misalnya konsumsi ikan, susu, kacang-kacangan, keju dan buah-buahan.
  6. Perbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan seperti beta-karoten dan vitamin E untuk melindungi kerusakan kulit akibat sinar UV. Makanan kaya beta-karoten seperti wortel, ubi jalar, pepaya, dan apricot. Selain itu minyak zaitun, sayuran hijau, gandum dan kacang-kacangan juga merupakan nutrisi tepat untuk melindungi kulit.

 

Supervisor:
  • Sani Asmi Ramdani Lestari
Visualitator:
  • Raden Indah
  • American Cancer Society. 2017. Skin Cancer. Available online at https://www.cancer.org/content/dam/cancer-org/cancer-control/en/presentations/skin-cancer-presentation.pdf [Accessed 30 Nov 2019]
  • BAPRAS (British Association of Plastic Reconstructive and Aesthetic Surgeons). 2016. Your guide to skin cancer. Available online at http://www.bapras.org.uk/docs/default-source/Patient-Information-Booklets/rcs_bapras_guide_skin_cancer.pdf?sfvrsn=4 [Accessed 30 Nov 2019]
  • https://nasional.kompas.com/read/2019/10/31/17440021/bmkg-sebut-fase-suhu-panas-ekstrem-di-indonesia-telah-terlewati
  • Narayanan, D.L. Rao, N.S. and Joshua L.F. 2010. Review : UVR and skin cancer. International Journal of Dermatology, 49, 978 – 986.
  • Silpa, S. & V, Chidvila. (2013). A REVIEW ON SKIN CANCER. International Research Journal of Pharmacy. 4. 10.7897/2230-8407.04814.
Kosmetik Oh Ternyata

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here