Trending

Kenali Macam-macam Area Suntik

Swamedikasi Diare

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

Obat DOWA (Katanya Obat Keras Nggak Bisa Dibeli Bebas Tanpa Resep Dokter?)  Apa Aja yang Dibolehin?

Obat DOWA (Katanya Obat Keras Nggak Bisa Dibeli Bebas Tanpa Resep Dokter?) Apa Aja yang Dibolehin?

  • 1060

Apa itu DOWA?

DOWA atau yang sering dikenal dengan Daftar Obat-obatan Wajib Apotek, merupakan obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter oleh apoteker di apotek dan terdiri atas:

  1. Obat Wajib Apotek No. 1 (Kepmenkes 347/Menkes/SK/VII/1990 & Kepmenkes 925/Menkes/Per/X/1993 tentang Perubahan Golongan OWA No. 1)
  2. Obat Wajib Apotek No. 2 (Kepmenkes 924/Menkes/Per/X/1993)
  3. Obat Wajib Apotek No. 3 (Kepmenkes 1176/Menkes/SK/X/1999)

 

DOWA ini ditetapkan oleh pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap obat. Namun, saat penyerahan OWA kepada pasien, terdapat beberapa ketentuan tambahan yang perlu diketahui, yaitu:

  1. Apoteker wajib mengetahui keluhan pasien yang menjadi dasar pemilihan obat yang tepat
  2. Apoteker wajib memberi batasan kekuatan & kuantitas pembelian OWA
  3. Apoteker wajib mencatat informasi penggunaan obat yang dikonsumsi pasien
  4. Apoteker juga harus memberikan informasi terkait aturan pemakaian obat, termasuk indikasi, dosis yang diperbolehkan, cara pemakaian, cara penyimpanan, efek samping, dan kontraindikasi.

 

Ketentuan tersebut diperlukan untuk menjamin agar pasien mendapatkan manfaat (benefit & efficacy) dengan tetap memperhatikan sisi keamanan (safety).

 

Apa saja yang tergolong OWA?

 

OWA No. 1

No

Nama Obat

Ketentuan

1

Kontrasepsi oral

  1. Untuk pertama kali penggunaan, pasien harus ke dokter terlebih dahulu (penggunaan pertama dengan resep dokter)
  2. Obat yang diserahkan hanya satu siklus
  3. Kontrol kedokter tiap 6 bulan sekali

a.      Tunggal : Lynestrenol (Exluton®)

b.      Kombinasi:

1). Ethinylestradiol – Norgestrel (Microdiol®)
2). Ethinylestradiol – Levonorgestrel (Cycloginon®, Pilkab®, Sydnaginon®)
3). Ethinylestradiol – Desogestrel (Marvelon 28 ®, Mercilon 28®)

2

Obat saluran cerna

 

Metoklopramid (Antimual)

Indikasi: mual/muntah
Maksimal 20 tablet

Bila mual, muntah berkepanjangan pasien dianjurkan agar kontrol ke dokter

Bisakodil Suppo (Laksan)

Indikasi: konstipasi
Maksimal 3 suppo

3

Obat mulut dan tenggorokan

 

Hexetidin

Indikasi: sariawan, radang tenggorokan
Maksimal 1 botol

Diubah menjadi Obat Bebas Terbatas untuk obat luar mulut dan tenggorokan (kadar < 0,1%)

Triamcinolone acetonide

Indikasi: sariawan berat
Maksimal 1 tube

4

Obat saluran napas

 
  1. Mukolitik
 

Asetilsistein

Maksimal 20 tablet; sirup 1 botol

Karbosistein

Maksimal 20 tablet; sirup 1 botol

Bromheksin

Maksimal 20 tablet; sirup 1 botol

Diubah menjadi Obat Bebas Terbatas

  1. Asma

Pemberian obat asma hanya atas dasar pengobatan ulangan dari resep dokter

Salbutamol

Maksimal 20 tablet; sirup 1 botol; inhaler 1 tabung

Terbutalin

Maksimal 20 tablet; sirup 1 botol; inhaler 1 tabung

Ketotifen

Maksimal 10 tablet; sirup 1 botol

5

Obat yang mempengaruhi sistem neuromuskular

 
  1. Analgesik Antipiretik

 

Metampiron

Indikasi: sakit kepala, pusing, demam, myeri haid
Maksimal 20 tablet; sirup 1 botol

Asam mefenamat

Indikasi: sakit kepala, gigi
Maksimal 20 tablet; sirup 1 botol

Metampiron + Diazepam

Indikasi: sakit kepala yang disertai ketegangan
Maksimal 20 tablet

  1. Antihistamin

 

Mebhidrolin

Indikasi: alergi
Maksimal 20 tablet

Dexchlorpheniramine maleat

Indikasi: alergi
Maksimal 20 tablet biasa; 3 tablet lepas lambat

6

Antiparasit

 

Mebendazol

Indikasi: cacingan
Maksimal 6 tablet; sirup 1botol
Diubah menjadi Obat Bebas Terbatas

7

Obat kulit topikal

 
  1. Antibiotik

 

Kloramfenikol

Indikasi: infeksi bakteri pada kulit (lokal)
Maksimal 1 tube

Tetrasiklin / Oksitetra

Indikasi: infeksi bakteri pada kulit (lokal)
Maksimal 1 tube

Framisetina Sulfat

Indikasi: infeksi bakteri pada kulit (lokal)
Maksimal 1 tube

Neomisin Sulfat

Indikasi: infeksi bakteri pada kulit (lokal)
Maksimal 1 tube

Gentamisin Sulfat

Indikasi: infeksi bakteri pada kulit (lokal)
Maksimal 1 tube

Eritromisin

Indikasi: infeksi bakteri pada kulit (lokal)
Maksimal 1 tube

  1. Kortikosteroid

 

Hidrokortison

Indikasi: alergi dan peradangan kulit
Maksimal 1 tube

Flupredniliden

Indikasi: alergi dan peradangan kulit
Maksimal 1 tube

Betametason

Indikasi: alergi dan peradangan kulit
Maksimal 1 tube

Triamsinolon

Indikasi: alergi dan peradangan kulit
Maksimal 1 tube

Desoksimetason

Indikasi: alergi dan peradangan kulit
Maksimal 1 tube

  1. Antiseptik Lokal

 

Heksaklorofene

Indikasi: disinfeksi kulit

Maksimal 1 tube

  1. Antifungi

 

Mikonazol Nitrat

Indikasi: infeksi jamur lokal
Maksimal 1 tube

Nistatin

Indikasi: infeksi jamur lokal
Maksimal 1 tube

  1. Anestesi Lokal

 

Lidokain HCl

Indikasi: anestetikum lokal

Maksimal 1 tube

  1. Enzim antiradang topical

 

Kombinasi Heparinoid / Heparin  Na dengan Hialuronidase ester nikotinat

Indikasi: memar

Maksimal 1 tube

  1. Pemecah Kulit

 

Hidroquinon

Indikasi: hiperpigmentasi kulit

Maksimal 1 tube

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

OWA No. 2

No

Nama Obat

Ketentuan Maksimal pemberian

1

Albendazol

6 Tab 200 mg
3 Tab 400 mg

2

Bacitracin

Indikasi: infeksi pada kulit
1 Tube

3

Bismuth subsilate

10 Tablet

4

Clindamisin

Indikasi: acne
1 Tube

5

Dexametason

Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube

6

Diclofenak

Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube

7

Fenoterol

1 Tabung inhalasi

8

Flumetason

Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube

9

Hidrokortison

Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube

10

Ibuprofen

Tab 400 mg, 10 tablet
Tab 800 mg, 10 tablet

Diubah menjadi Obat Bebas Terbatas

11

Ketokonazol

Indikasi: obat luar infeksi jamur lokal
1 Tube
(kadar ≤ 2%)

12

Metilprednisolon

Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube

13

Omeprazole

7 Tablet

14

Piroksikam

Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube

15

Prednison

Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube

16

Scopolamin

10 Tablet

17

Sucralfate

20 tablet

18

Sulfasalazine

20 tablet

19

Noretisteron

1 siklus

 

OWA No. 3

No

Nama Obat

Ketentuan

1

Saluran pencernaan

 

Famotidin

Indikasi: antiulkus peptik
Maksimal 10 tablet 20/40 mg
Pengulangan dari resep

Ranitidin

Indikasi: antiulkus peptik
Maksimal 10 tablet 150 mg
Pengulangan dari resep

2

Sistem muskuloskeletal

 

Alopurinol

Indikasi: antigout
Maksimal 10 tablet 100 mg
Pengulangan dari resep

Diklofenak natrium

Indikasi: antiinflamasi dan antirematik
Maksimal 10 tablet 25 mg
Pengulangan dari resep

Piroksikam

Indikasi: antiinflamasi dan antirematik
Maksimal 10 tablet 10 mg
Pengulangan dari resep

3

Antihistamin

 

Cetirizin

Indikasi: antihistamin
Maksimal 10 tablet
Pengulangan dari resep

Siproheptadin

Indikasi: antihistamin
Maksimal 10 tablet
Pengulangan dari resep

4

Antiasma
Orsiprenalin

Indikasi: asma
1 tabung
Pengulangan dari resep

5

Organ sensorik

 

Gentamisin

Indikasi: obat mata
Maksimal 1 tube 5 gram atau botol 5 ml
Pengulangan dari resep

Kloramfenikol

Indikasi: obat mata
Maksimal 1 tube 5 gram atau botol 5 ml
Pengulangan dari resep

Kloramfenikol

Indikasi: obat telinga
Maksimal 1 botol 5 ml
Pengulangan dari resep

6

Antiinfeksi umum

 
  1. Kategori I (2HRZE/4H3R3)

Kombipak II

Fase awal

  • Isoniazid 300 mg
  • Rifampisin 450 mg
  • Pirazinamid 1500 mg
  • Etambutol 750 mg

 

Kombipak III

Fase lanjutan

  • Isoniazid 600 mg
  • Rifampisin 450 mg

Satu paket
Sebelum fase lanjutan, penderita harus kembali ke dokter

  1. Kategori II (2HRZES/HRZE/5H3R3E3)

Kombipak II

Fase awal

  • Isoniazid 300 mg
  • Rifampisin 450 mg
  • Pirazinamid 1500 mg
  • Etambutol 750 mg
  • Streptomisin 0.75 mg

 

Kombipak IV

Fase lanjutan

  • Isoniazid 600 mg
  • Rifampisin 450 mg
  • Etambutol 1250 mg

Satu paket
Sebelum fase lanjutan, penderita harus kembali ke dokter

  1. Kategori III (2HRZ/4H3R3)

Kombipak I

Fase awal

  • Isoniazid 300 mg
  • Rifampisin 450 mg
  • Pirazinamid 1500 mg

 

Kombipak III

Fase lanjutan

  • Isoniazid 600 mg
  • Rifampisin 450 mg

Satu paket
Sebelum fase lanjutan, penderita harus kembali ke dokter

 

 

Supervisor:
  • Sani Asmi Ramdani Lestari
Visualitator:
  • Ginanjar Setia Mulyana
  • a. Obat Wajib Apotek No. 1 (Kepmenkes 347/Menkes/SK/VII/1990 & Kepmenkes 925/Menkes/Per/X/1993 tentang Perubahan Golongan OWA No. 1)
  • b. Obat Wajib Apotek No. 2 (Kepmenkes 924/Menkes/Per/X/1993)
  • c. Obat Wajib Apotek No. 3 (Kepmenkes 1176/Menkes/SK/X/1999)
Informasi obat

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here