Trending

Info Obat : Kortikosteroid, Obat Dewa?

Swamedikasi Diare

Sunscreen, SPF, dan yang Kita Pilih Selama Ini

Bagaimana Cara Menggunakan Obat di Bulan Ramadhan?

My Plan B: Traveller’s Medicine Kit

My Plan B: Traveller’s Medicine Kit

  • 494

Oleh : Sani Asmi Ramdani Lestari, Apt.


 

Saya sudah mempersiapkan semua barang untuk melakukan solo travelling—sebuah keinginan liar yang setidaknya sangat ingin saya lakukan sekali saja seumur hidup. Liburan kali ini saya persiapkan dengan baik seperti, meminum vitamin agar tetap fit ketika berlibur nanti, tidak memakan kudapan pedas karena bisa jadi perut saya tidak enak nanti di perjalanan, bahkan saya yang bisanya jarang makan buah-buahan, menjadi agak sering mengonsumsinya beberapa minggu sebelum tanggal keberangkatan. Tapi, sebagai manusia biasa, kita memang tidak pernah bisa memprediksi kejadian yang akan menimpa kita.

Pada suatu malam yang dingin, tiba-tiba perut saya sakit luar biasa dan saya sudah sekitar tujuh kali bolak-balik kamar mandi—buang air besar, tentunya. Saya tidak membawa apa-apa selain pakaian, makanan, minuman, alat mandi, telfon genggam, dan uang. Tidak ada juga orang yang bisa saya pintai tolong untuk mebelikan obat diare di tengah malam karena saya sedang bepergian sendiri. Esok paginya, saya menyisakan separuh waktu liburan saya di rumah sakit terdekat.

Dari sana saya sadar bahwa bukan hanya menjaga kondisi tubuh sebelum bepergian yang saya perlukan, tapi juga saya perlu membawa obat-obatan khusus untuk bepergian. Hitung-hitung membawa pertolongan pertama yang tujuannya hanya menghilangkan gejala-gejala yang mengganggu. Saya kemudian mendapatkan list yang direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention untuk dibawa saat bepergian, diantaranya:

1. Obat-obatan dari dokter yang biasa dikonsumsi, seperti obat asma, antihipertensi, obat diabetes, atau bahkan epinefrin aunto-injektor untuk orang-orang yang memiliki alergi yang parah akan sesuatu.

 

2. Obat dengan resep khusus  dari dokter untuk bepergian seperti obat malaria (jika bepergian ke daerah dengan kasus malaria yang masih banyak seperti Papua), dan antibiotik (untuk pengobatan sendiri pada kasus diare sedang sampai parah).

 

3. Obat-obat bebas yang bisa dibeli di Apotek (Over-the-counter medicines)

a. Obat diare: attapulgit, bismuth subsalisilat, loperamid.

b. Antialergi: CTM, loratadin, setirizin.

c. Obat pereda batuk

d. Antimual: dimenhidrinat.

e. Obat demam/pusing/nyeri: parasetamol, ibuprofen.

f. Obat pencahar/ susah BAB: bisakodil.

g. Obat untuk lambung: antasida.

h. Krim antijamur dan antibakteri

i. Krim untuk iritasi: hidrokortison 1%.

 

4. Bahan lainnya

a. Tetes mata untuk iritasi ringan

b. Krim anti nyamuk

c. Sunscreen/tabir surya

d. Hand sanitizer

e. Thermometer digital

 

5. P3K

a. Plester

b. Kain kassa

c. Gunting kecil (untuk menggunting plester dan kain kassa)

d. Antiseptic (povidon iodin, etakridin)

e.  Kapas

f. Oralit

6. Kartu asuransi kesehatan (BPJS/ASKES/asuransi kesehatan lainnya).

Perlu diperhatikan bahwa setiap kali bepergian, kita perlu memastikan pula vaksin apa yang harus kita lakukan di Negara yang akan kita tuju, misalnya vaksin meningitis dan influenza bagi para jema’ah haji. Obat hormon untuk menahan terjadinya menstruasi juga biasanya perlu dibawa bagi jema’ah haji.

Jika bingung memilih obat yang praktis untuk dibawa, konsultasikan saja kepada apoteker di apotek. Jangan sungkan untuk menanyakan apapun mengenai obat kepada farmasis di apotek. Selain itu, sebagai catatan tambahan, jika memang sudah mengonsumsi obat yang kita bawa, jika gejala tidak membaik, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat seperti yang pada akhirnya saya lakukan meski saya tidak mengonsumsi obat antidiare sebelum masuk UGD.

Semenjak kejadian itu, saya selalu membawa satu kantung kecil berisi obat-obatan tersebut. Saya bahkan menamainya sebagai ‘My Plan B’. Sebab seperti pepatah, sedialah payung sebelum hujan, sedialah obat sebelum sakit atau terluka. Meski kita tidak akan pernah siap untuk terluka, setidaknya kita sudah punya pertolongan pertama sebelum paramedis menindaklanjuti kesakitan kita.

 

 

 

  • Centers for Disease Control and Prevention. 2016. Pack Smart. Available online at https://wwwnc.cdc.gov/travel/page/pack-smart (Accessed November 10th, 2018)

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here