Trending

Kenali Macam-macam Area Suntik

Swamedikasi Diare

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

Mengatur Keuangan di Kala Pandemi

Mengatur Keuangan di Kala Pandemi

  • 201

Tak pernah ada yang menyangka tahun 2020 ini menjadi sebuah peradaban baru akibat adanya pandemi. Semua aspek kesehatan, sosial, politik, dan ekonomi terimbas akibat adanya pandemi ini. Banyak yang berkata, ini adalah ‘The New Normal’ tapi banyak juga yang merasa, ya, tetap tidak terganggu dengan keadaan ini karena memang biasa bekerja dari rumah. Di tulisan kali ini, saya ingin  membahas dampak pada salah satu dasar kehidupan, yaitu keuangan dan bagaimana mengelolanya.

Awal tahun ini sebelum pandemi merebak, saya menjajal profesi baru sebagai associate financial advisor sehingga saya banyak belajar mengenai hal yang mungkin tabu dibahas oleh orang-orang yaitu keuangan. Saya memahami bahwa setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda menyoal uang. Hasil pengelolaannya pun pasti akan berbeda. Jangan menilai seseorang dari asset yang terlihat saja. Kita tidak tahu bahwa mungkin asset tersebut hasil dari cicilan yang masih berjalan. Dalam kasus lain, kita melihat orang yang tidak punya asset tapi ternyata, tabungan dan nilai investasinya lebih banyak. Kita tak pernah tahu, karena tak semua orang juga mau tahu akan hal itu.

Di tulisan ini, saya ingin membahas mengenai kebiasaan menabung serta tujuannya. Biasanya, setiap menabung atau berinvestasi setiap orang punya tujuan yang beragam atau banyaknya malah belum tahu tujuannya—hanya ingin mengumpulkan uang saja. Sebetulnya, bagaimana cara menabung yang efektif?

Saya berikan ilustrasi yang ideal, ya. Mungkin ini bisa diterapkan tapi bisa juga tidak—tergantung kondisi dan kebiasaan.

Jadi, idealnya, menabung itu di awal gajian sudah dipisahkan 30%-nya. Kemudian kemana saja uang tabungan itu bermuara? Apakah dimasukan bank semua? Atau diinvestasikan semua?

Proporsi ideal adalah:

10% di tabung di bank

10 % tabung di asset investasi

10% tabung di proteksi

Nah, di sinilah financial literacy (kecerdasan dalam keuangan) menjadi sangat penting karena dalam tiap proporsi memiliki strateginya dan tujuannya masing-masing.

  1. Tabungan di bank digunakan sebagai dana darurat. Di sisi lain, dana darurat setiap orang berbeda, tergantung pada pengeluaran dan status pernikahan. Jika single, anda harus memiliki dana darurat 3-6 kali pengeluaran perbulan. Pengeluaran ini sudah total keseluruhan termasuk cicilan.  Untuk yang sudah berkeluarga, minimal dana darurat 12 kali pengeluaran bulanan. Sebetulnya urgency dari dana darurat atau tabungan itu di mana? COVID19 membukakan mata kita ketika krisis, dengan segala ketidakpastian kita butuh dana yang cair. Beruntunglah jika teman-teman yang sedang membaca masih mendapat pekerjaan, mungkin banyak diluar sana yang tidak seberuntung kita. Sehingga dari sini kita belajar untuk lebih bijak dalam mengatur keuangan.
  2. Asset Investasi memiliki tujuan untuk mengimbangi inflasi yang terus meningkat di setiap tahunnya. Inilah yang menjadikan pengetahuan investasi sangatlah penting bagi investor. Banyak yang terjebak investasi bodong karena dijanjikan keuntungan yang besar tanpa pemahaman investasi yang benar. Jadi, saran saya untuk memulai berinvestasi konsultasilah kepada financial advisor yang memahami investasi.
  3. Terakhir, tabungan  di proteksi. Hal ini sering dianggap tidak penting, padahal penting. Suatu hal dianggap tidak penting karena kita belum butuh, sedangkan suatu hal dianggap penting karena kita butuh. Begitupun proteksi dianggap hanya membuang uang, padahal dengan proteksi kita dilindungi dari kerugian finansial. Misal, jika sakit tidak usah menggunakan uang tabungan atau menjual asset karena tidak punya uang. Hal ini bisa tertutupi oleh uang yang kita tabungkan di proteksi. Tetapi, banyak juga yang belum memahami hal ini. Jadi, carilah agen dan perusahaan asuransi yang kredibel dan terpercaya. Kalian bisa meihat laporan keuangan perusahaan asuransi untuk mengetahui kesehatan perusahaannya.

 

Penulis: Apt. Hani Handayani, S.Farm

Supervisor:
  • Sani Asmi Ramdani Lestari
Visualitator:
  • Putri Kholilah
Farmasi Indonesia

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here