Trending

Info Obat : Kortikosteroid, Obat Dewa?

Swamedikasi Diare

Sunscreen, SPF, dan yang Kita Pilih Selama Ini

Bagaimana Cara Menggunakan Obat di Bulan Ramadhan?

Mengapa Merkuri dalam Kosmetik Berbahaya?

Mengapa Merkuri dalam Kosmetik Berbahaya?

  • 382

Sahabat HAI, pasti seneng banget kan menjaga penampilan. Apalagi zaman sekarang, banyak banget artikel, video, sampai grup yang khusus buat bahas kosmetik. Tapi sebenarnya sahabat HAI udah tau belum definisi kosmetik itu kayak gimana? Jadi, kosmetik itu adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik (BPOM, 2015).

Nah, berdasarkan pengertian tersebut, kita bisa membagi kosmetik menjadi dua jenis yaitu kosmetik untuk perawatan atau dekoratif. Dari banyak banget pilihan kosmetik, pemutih dan pembersih wajah menjadi salah satu kosmetik yang diminati banyak orang. Peminat yang tinggi buat jenis kosmetik ini menjadikan peluang bagi pedagang-pedagang yang tidak bertanggung jawab untuk menggunakan bahan-bahan pencerah yang berbahaya. Nah, sahabat HAI pernah liat iklan kosmetik yang menjanjikan kulit putih instan? Kalau pernah, hati-hati ya sahabat HAI karena bisa aja kosmetik itu mengandung bahan pencerah yang berbahaya, contohnya adalah merkuri.

Apa itu Merkuri?

Merkuri (Hg) merupakan bahan aktif yang bekerja dengan cara menghambat pembentukan melanin pada kulit (Haryanti et al., 2018). Namun, merkuri memiliki efek toksik berbahaya, seperti bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, serta pemakaian dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kelainan pada ginjal, kerusakan permanen pada otak dan gangguan perkembangan janin (Rina, 2007).

Bagaimana Merkuri bereaksi di dalam tubuh?

Merkuri dapat terakumulasi pada organ tubuh melalui penyerapan dalam kulit dan merupakan salah satu logam berat yang sangat beracun. Merkuri yang berada di dalam tubuh dapat menghalangi kerja enzim dan merusak selaput dinding sel. Hal ini dikarenakan kemampuan merkuri dalam membentuk ikatan kuat dengan gugus yang mengandung belerang (sulfur) yang terdapat di dalam enzim atau dinding sel (Walangitan et al., 2018). Oleh karena itu, pedagang yang tidak bertanggung jawab  menggunakan merkuri dalam kosmetik pemutih karena mampu menghambat pembentukan melanin dan dapat membuat kulit lebih cerah dalam waktu singkat.  Namun, merkuri memiliki efek yang dapat membahayakan tubuh.

Di Rumah Sakit Universitas Zhengzhou, kasus keracunan merkuri telah dilaporkan terjadi pada 16 pasien wanita dari tahun 2009 hingga 2017. Diketahui, semua pasien tersebut menggunakan produk-produk pencerah kulit yang memiliki efek pemutihan yang langsung dan dramatis (Sun et al., 2017). Keracunan merkuri ditandai dengan sakit kepala, kelemahan, depresi, pusing, khawatir atau cemas, kelelahan, mudah tersinggung, nyeri punggung, sendi dan tungkai, serta perubahan kepribadian. Tanda-tanda klinis juga dapat dilihat dari kerusakan ginjal (Copan et al., 2015).

 

Apakah Merkuri boleh terkandung dalam kosmetik?

Berdasarkan Peraturan BPOM No.23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, merkuri dan senyawanya termasuk bahan yang tidak diizinkan dalam kosmetika. Merkuri sebagai cemaran logam berat dalam kosmetik juga tidak boleh melebihi dari 1 mg/kg atau 1 mg/L (1 bpj) sesuai dengan Perka BPOM No. 17 Tahun 2014.

Cara mengetahui kosmetik yang mengandung Merkuri?

Sahabat HAI jangan tergiur dengan hasil yang instan namun berbahaya bagi kesehatan, hati-hati ya milih kosmetik. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengetahui kosmetik yang mengandung merkuri:

1. Kenali jenis produk yang umumnya menggunakan merkuri

  • Krim kulit, terutama anti penuaan, pemutih, dan pencerah kulit
  • Sabun antiseptik
  • Lotion

2. Baca label kosmetik yang mengandung sinonim merkuri, seperti

  • Calomel
  • Mercurous chloride
  • Mercuric
  • Mercurio

3. Hindari produk dengan ciri berikut

  • Produk dengan label bahasa asing yang tidak dapat dipahami
  • Produk yang tidak mencantumkan negara asal
  • Produk dengan kadar merkuri tinggi biasanya dapat dikenali dari teksturnya yang berwarna abu-abu atau krem
  • Produk yang dijual di toko kosmetik tidak resmi, hati-hati jika dijual secara online, atau melalui tenaga pemasar lepas. 

4. Jika mengetahui produk mengandung merkuri, buang produk dalam wadah tertutup dan masukkan ke dalam kategori limbah B3 (WHO, 2011; Lee, 2019).

Tips cerdas memilih kosmetik?

Untuk memilih kosmetik secara cerdas, sahabat HAI sebaiknya selalu melakukan metode Cek KLIK saat membeli kosmetik.

  1. Kemasan

Pastikan kemasan kosmetik dalam keadaan baik, tidak cacat/ rusak/ jelek. Jangan membeli kosmetik dengan kemasan yang sudah menggelembung atau penyok. Kosmetik dalam keadaan baik ditandai dengan warna, bau, dan konsistensi produk jernih tanpa kotoran. 

  1. Label

Label terpasang dan dapat dibaca secara jelas. Kosmetik dengan label yang baik akan mencantumkan nama kosmetik, kegunaan, cara penggunaan, komposisi, nama dan negara produsen, nomor notifikasi (izin edar kosmetik), nama dan alamat pemohon notifikasi, nomor bets, ukuran, isi atau berat bersih, tanggal kadaluwarsa, dan peringatan/ perhatian.

  1. Izin Edar

Kosmetik memiliki izin edar berupa nomor notifikasi dari Badan POM. Nomor notifikasi Badan POM ditandai dengan kode N diikuti 1 huruf dan 11 digit angka. Cara membaca nomor notifikasi adalah sebagai berikut:

NA 18150900279

NA             : Produk Asia

NB             : Produk Australia

NC             : Produk Eropa

ND            : Produk Afrika

NE             : Produk Amerika

18             : Kode Negara (Indonesia)

15             : Tahun

09             : Kode kelompok produk

00279       : Nomor notifikasi

  1. Kadaluwarsa

Sahabat HAI juga harus melihat kadaluwarsa kosmetik ya, supaya kosmetik yang digunakan masih dalam keadaan baik. Tanggal kadaluwarsa ditulis dengan urutan tanggal-bulan-tahun, atau bulan dan tahun. Contoh: exp. Date: Maret 2020 atau ed. 03. 2020.

Jika, sahabat HAI ragu terhadap produk kosmetik yang digunakan. Sahabat HAI dapat menghubungi BPOM di 

Nah, sekarang sahabat HAI sudah mengerti kan mengenai bahaya merkuri dalam kosmetik. Jadi sahabat HAI, berhati-hatilah dengan krim yang menjanjikan dapat memberikan efek memutihkan dengan cepat. Selalu ingat cek KLIK. 

  • BPOM. 2015. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.18 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika.
  • Copan, L., Tracy B., dan Jeff F. 2015. Mercury Toxicity and Contamination of Households from the Use of Skin Creams Adulterated with Mercurous Chloride (Calomel). International Journal of Environmental Research and Public Health 12(9): 10943-10954.
  • Haryanti, R., Auliya S., dan Marline A. 2018. Artikel Ulasan: Tinjauan Bahan Berbahaya Dalam Krim Pencerah Kulit. Farmaka 16(2): 214-224.
  • Lee, Luba. 2019. How to Avoid Mercury in Your Skin Products. Tersedia online di https://www.wikihow.com/Avoid-Mercury-in-Your-Skin-Products [Diakses pada 11 November 2019].
  • Rina, M.S. 2007. Analisis unsur-unsur toksik dalam sampel krim pemutih wajah dengan metode analisis aktivasi neutron. PTBIN: BATAN.
  • Sun, G.F., Wen T. H., Zhi H.Y., Bo A.Z., dan Hong L. 2017. Characteristics of Mercury Intoxication Induced by Skin-Lightening Products. Chin Med J 130(24): 3003-3004.
  • Walangitan, V.M., Johnly A.R., dan Sri S. 2018. Analisis Merkuri (Hg) Pada Krim Pemutih Wajah yang Beredar di Kota Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi 7(3): 348-353.
  • WHO. 2011. Mercury In Skin Lightening Products. Tersedia online di https://www.who.int/ipcs/assessment/public_health/mercury_flyer.pdf [Diakses pada 11 November 2019].
Informasi obat Kecantikan Make-up Skincare

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here