Trending

Kenali Macam-macam Area Suntik

Swamedikasi Diare

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

Kulit Kering Akibat Cuci Tangan

Kulit Kering Akibat Cuci Tangan

  • 279

Di masa pandemi seperti sekarang ini, kita semua disarankan untuk sering-sering mencuci tangan. Namun, terlalu sering mencuci tangan dapat membuat kulit kita kering. Lalu, apa solusinya? Yuk, kita kupas sedikit demi sedikit tentang cleanser ini!

Cleanser atau sabun adalah jenis sediaan yang mempunyai fungsi pembersihan kotoran dari kulit. Material yang bertugas untuk membersihkan kulit dalam cleanser umumnya adalah surfactant.

Struktur molekul surfaktan terdiri dari hydrophilic head (bagian kepala zat yang suka dengan air) dan hydrophobic tale (bagian ekor zat yang takut air). Cleanser biasanya diformulasikan dengan konsentrasi surfaktan yang tinggi melebihi critical micelle concentration- konsentrasi minimum surfaktan untuk detergensi sehingga surfaktan yang akan digunakan lebih efisien dan efektif, sehingga molekul surfaktan akan membentuk micelles. Surfaktan inilah yang akan membawa minyak dan kotoran yang ada di kulit kita saat kita mencuci permukaan kulit kita (entah itu wajah, atau tangan, atau badan) (Walters, 2012)

 

Efek samping penggunaan sabun yang mungkin terjadi adalah :

  1. Setelah mencuci tangan, sensasi tertarik akan terjadi selama 5-10 menit. Penguapan air yang cepat terjadi di permukaan kulit
  2. Kulit kering, pecah pecah, dan kasar diakibatkan adanya kandungan material yang melarutkan lemak seperti alcohol
  3. Iritasi kulit (erytema, gatal) disebabkan penggunaan sabun
  4. Alergi karena pengawet, pewarna, dan fragrance (Ananthapadmanabhan,2004).

Faktor Faktor penyebab kulit kering akibat sabun :

  1. Kandungan surfaktan: Surfaktan berikatan dengan keratin dan menyebabkan denaturasi protein dan merusak sel keratin. Umumnya Surfaktan anionik memiliki potensi iritasi yang tinggi (contoh SLS, SLES) dibandingkan dengan surfaktan kategori lainnya (contoh : nonionik, amphoterik)
  2. Residu sabun dan kemampuan terbilasnya sabun: Residu sabun yang tertinggal di kulit akan membuat tingkat iritasi lebih tinggi (Mukhopadhyay, 2011).

Tips mengurangi kekeringan akibat terlalu sering cuci tangan dan cuci muka!

  1. Pilih sabun dengan kandungan mild surfactant (cont : sulfoccinates, glucoside, cocobetaine) (Effendy, 1995).
  2. Pilih sabun dengan kandungan humektan tinggi (contoh glycerine, butylene glycol, propylene glycol). Humektan adalah zat higroskopis yang membantu stratum korneum/kulit untuk menyerap air dengan menarik air dari dermis dan lingkungan yang lembab ke epidermis/kulit (Lodén, 2003).
  3. Gunakan handbody/body cream/hand cream setelah mencuci tangan. Kandungan hydrating agent (hyaluronic acid, collagen, urea, PCA, asam amino) dalam cream bisa membantu menghidrasi kulit, dan moisturizing agent (beeswax, olive oil, mineral oil) untuk mengunci kelembaban kulit dengan cara membuat lapisan hidrofobik di atas kulit dan menghalangi kehilangan air dari trans-epidermal (Lodén, 2003).
  4. Pilih sabun dengan claim for dry skin. Biasanya sabun dengan dry skin diformulasikan dengan kandungan minyak, hydrating agent, dan moisturizing agent tinggi (Lodén, 2003).

Jadi, cuci tangan terlalu sering memang dapat membuat tangan kamu kering. Tapi, kamu bisa meminimalisirnya dengan pemilihan komposisi sabun yang tepat dan penggunaan moisturizer sehabis cuci tangan.

Supervisor:
  • Sani Asmi Ramdani Lestari
Visualitator:
  • Ginanjar Setia Mulyana
  • (1) Ananthapadmanabhan, K. P., et al.
  • (2) Effendy, Isaak, and Howard I. Maibach.
  • (3) Lodén, Marie.
  • (4) Mukhopadhyay, Partha.
  • (5) Walters, Russel M., et al.
Covid-19 Kosmetik

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here