Trending

Kenali Macam-macam Area Suntik

Swamedikasi Diare

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

Kenalan Sama Sukralfat

Kenalan Sama Sukralfat

  • 1374

Informasi Obat: Sukralfat

Pernah merasakan sakit perut di bagian kiri atas dan sekitarnya? Atau rasa perih, seperti kram perut, disertai mual ketika perut kosong? Biasanya orang-orang familiar dengan gejala-gejala seperti itu. Orang-orang akan bilang, “Oh, mungkin itu sakit maag.” Kemudian mereka akan merekomendasikan antasida dengan berbagai merek yang bisa di beli di apotek maupun di minimarket. Penyakit ini cukup popular di masyarakat. Rata-rata, 10% dari populasi pernah mengalami sakit maag. Nama lain dari penyakit ini adalah tukak lambung, juga bisa dikatakan sebagai ulkus duodenum. Inti dari penyakit ini, berhubungan dengan kelebihan zat asam di lambung yang kemudian menyebabkan iritasi atau bahkan luka di lambung atau saluran pencernaan bagian atas lainnya. Penyebabnya bisa bermacam-macam, dari sering telat makan, stress, konsumsi obat-obat tertentu seperti obat antinyeri, hingga bakteri. Jika ditanya obat apa yang paling terkenal untuk mengatasi maag, kebanyakan akan menjawab antasida. Tidak salah, namun, ada juga obat lain yang bisa mengatasi perih karena maag tersebut, salah satunya adalah Sukralfat. 

Indikasi

Pengobatan sementara untuk luka di lambung, terapi untuk penderita asam lambung yang tinggi, pencegahan pendarahan pada saluran pencernaan karena meningkatnya asam lambung karena stress, pengobatan luka pada saluran pencernaan karena radiasi maupun kemoterapi, pengobatan pada pasien dengan epidermiolisis bullosa yang mengakibatkan kesulitan untuk makan.

Cara Kerja

Membentuk kompleks yang melapisi dinding lambung, bertugas melindungi dinding lambung dari asam lambung, pepsin, dan garam empedu agar luka pada lambung dapat sembuh, bekerja secara lokal di dalam lambung. 

Golongan Obat dan Cara Mendapatkannya

Obat ini dikategorikan sebagai obat keras. Sehingga, untuk mengonsumsi obat ini, diperlukan resep dari dokter. 

Bentuk Obat

  1. Suspensi cair dengan dosis 1 Gram pada tiap 10 mL.
  2. Tablet 1 Gram

Dosis

Dewasa: Diminum 4x 1 g sehari pada saat lambung kosong ( 1 jam sebelum makan dan pada saat akan tidur) selama 4-8 minggu untuk luka pada saluran pencernaan maupun lambung.

Anak: Diminum 40-80 mg/kg/hari, dibagi tiap 6 jam (4x sehari) atau 0,5-1 g, dibagi tiap 6 jam (4x sehari)

Interaksi Obat

  • Alumunium yang terkandung dalam antasida: meningkatkan kadar aluminium dalam tubuh
  • Simetidin, siprofloksasin (serta antibiotic kuinolon lainnya), diklofenak, digoksin, fenitoin, teofilin, ketokonazol, ranitidine, tetrasiklin: Menghambat penyerapan obat tersebut di dalam lambung (dapat disiasati dengan memberi jarak selama 2 jam dari pemberian sukralfat)

Efek Samping

  • Sistem syaraf pusat: pusing, insomnia, vertigo, sakit kepala
  • Kulit: Ruam, pruritus (gatal pada kulit)
  • Saluran Pencernaan: Susah BAB, diare, mual, muntah, mulut kering, rasa sakit atau tidak enak di perut, kembung
  • Sakit punggung

Kontraindikasi

Untuk pasien yang memiliki hipersensitivitas pada sukralfat.

Perhatian!

  • Kehamilan: Termasuk pada kategori B, yakni dapat diberikan kepada ibu hamil. Tidak ada risiko dalam studi pada hewan, namun tidak ada informasi studi pada manusia, atau menimbulkan efek minor pada hewan, dan tidak ada efek pada uji pada manusia.
  • Laktasi: Tidak diketahui
  • Gagal ginjal kronik/ menjalani dialysis: sejumlah kecil aluminium mungkin terserap dari sukralfat. Aluminium tidak dapat dihilangkan dengan dialysis maupun dikeluarkan tubuh melalui ginjal untuk pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik, sehingga dapat menimbulkan akumulasi aluminium yang dapat menjadi racun bagi tubuh.

Saran Penggunaan

  • Dikonsumsi bersamaan dengan segelas air, perut kosong (minimal 1 jam sebelum makan dan pada saat akan tidur)
  • Mengunyahnya jika bentuk obat berupa tablet
  • Memberi jarak selama 2 jam jika mengonsumsi obat-obatan lain, sebelum ataupun sesudah pemberian sukralfat
  • Pasien yang sulit menelan dan memiliki reflex batuk lebih baik diberikan obat berbentuk suspense cair
  • Jangan mengonsumsi antasida ½ jam sebelum mengonsumsi sukralfat
  • Peringatan untuk pasien dengan gagal ginjal kronik
  • Kelebihan kadar gula dilaporkan pada pasien dengan diabetes
  • Taruh di suhu ruang, tidak ditaruh dalam kondisi lembap, jauhkan dari jangkauan anak kecil
  • Sarankan pasien untuk banyak minum air mineral dan makanan berserat untuk mengatasi susah BAB
  • Pinta pasien untuk segera menghubungi tenaga kesehatan apabila gejala sebagai berikut muncul ketika meminum obat: Tidak sadarkan diri, konstipasi, diare, mual, kemerahan pada kulit tubuh, gatal-gatal pada tubuh, ataupun efek samping lainnya termasuk pendarahan saluran pencernaan.
  • Kompikasi fatal apabila sediaan cair suspense diberikan secara intravena karena akan mengakibatkan emboli pada paru-paru juga otak.
  • Medscape. 2019. Sucralfate. Available online at https://reference.medscape.com/drug/carafate-sucralfate-342006 [Diakses pada 1 Agustus 2019]
  • Port, Carol Manson. 2011. Essentials of Pathophysiology: Concepts of Altered Health States. Philadelphia. Lippincott Williams & Wilkins.
  • Tatro, David S; Borgsdorf, Larry R. 2008. A to Z Drug Facts 9th edition. Facts & Comparisons
Farmasi Indonesia Informasi obat Obat

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here