Trending

Swamedikasi Diare

Info Obat : Kortikosteroid, Obat Dewa?

DAGUSIBU

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

Kenalan sama Pseudoefedrin

Kenalan sama Pseudoefedrin

  • 1190

Pseudoefedrin biasanya tersedia dalam berbagai obat tunggal atau obat kombinasi untuk flu/batuk yang mungkin beberapa diantaranya sudah familiar merknya bagi kita. Nama obat pseudoefedrin biasa ditulis dengan istilah pseudoefedrin HCl. Obat yang biasa dikombinasikan dengannya yaitu obat antialergi/obat flu seperti chlorpeniramine maleat (CTM), cetirizine, fexofenadine, loratadine, triprolidine. Pseudoefedrin juga biasa dikombinasikan dengan obat batuk seperti dekstromethorphan HBr, glyceril guaiacolat, bromhexine HCl atau dengan obat demam/analgetik seperti paracetamol/acetaminofen.

Apa saja hal yang perlu kita ketahui tentang pseudoefedrin ini? Simak penjelasan dibawah ini ya.

Apakah itu pseudoefedrin?

Pseudoefedrin merupakan obat golongan dekongestan, yaitu obat yang berfungsi melegakan hidung tersumbat saat flu, alergi, atau sinusitis. Keluhan hidung tersumbat muncul dikarenakan pembuluh darah di dalam hidung membengkak.

Bagaimana pseudoefedrin bekerja?

Pseudoefedrin bekerja dengan menyebabkan vasokonstriksi atau menyempitkan pembuluh darah pada saluran napas untuk mengurangi pembengkakan/sumbatan & bronkorelaksasi atau merelaksasi otot bronkus (saluran napas) sehingga dapat melegakan pernafasan. Pseudoefedrin merupakan agen simpatomimetik yang menstimulasi reseptor adrenergic alfa dan beta.

Bagaimana bentuk obat pseudoefedrin?

Pseudoefedrin tersedia dalam bentuk obat tablet, sirup, ataupun drop (obat cair seperti sirup dengan konsentrasi obat yang lebih tinggi, biasanya ditujukan untuk anak).

Tablet pseudoefedrin biasa (jenis immediate release) tersedia dengan kekuatan 30 mg dan 60 mg. Ada juga pseudoefedrin dengan kekuatan 120 mg dan 240 mg, namun keduanya tersedia dalam bentuk tablet extended release yaitu bentuk tablet dimana pelepasan obat dari tablet di dalam tubuh dilakukan secara perlahan sehingga memberikan efek yang stabil sepanjang hari. Sirup pseudoefedrin tersedia dengan kekuatan 30 mg/5 ml sirup. Drop pseudoefedrin tersedia dengan kekuatan 7.5 mg/0.8 ml drop.

Berapakah anjuran dosis untuk pseudoefedrin?

Anjuran dosis maksimal untuk pseudoefedrin tidak boleh melebihi 240 mg/hari. Sebaiknya konsumsi obat pseudoefedrin maksimal diminum selama 3-7 hari karena keluhan hidung tersumbat biasanya membaik dalam 7-10 hari.

  1. Tablet
    • Untuk tablet extended release 120 mg aturan pakainya dianjurkan 2 kali sehari, diminum setiap 12 jam.
    • Untuk tablet extended release 240 mg aturan pakainya dianjurkan 1 kali sehari, diminum setiap 24 jam.
    • Untuk tablet biasa/immediate release 30 mg atau 60 mg disarankan antar waktu pemberian obat diberi jeda minimal 4-6 jam. Untuk anak disarankan dosis sekali minumnya yaitu 30 mg dan untuk dewasa disarankan dosis sekali minumnya yaitu 60 mg.
  2. Sirup
    • Untuk sirup pseudoefedrin 30 mg/5 ml disarankan untuk diminum dengan aturan sebagai berikut:
    • Dewasa dan anak >12 tahun: 5-10 ml, 3-4 kali dalam sehari
    • Bila dikonversi ke dalam mg maka setara dengan 30-60 mg, 3-4 kali sehari.
    • Anak 6-12 tahun: 2.5 ml, 3-4 kali dalam sehari.
    • Bila dikonversi ke dalam mg maka setara dengan 15 mg, 3-4 kali sehari.
    • Anak 2-5 tahun: 1.25 ml, 3 kali dalam sehari.
    • Bila dikonversi ke dalam mg maka setara dengan 7.5 mg, 3-4 kali sehari.
  3. Drop
    • Untuk drop pseudoefedrin 7.5 mg/0.8 ml disarankan untuk anak 2-5 tahun: 0.8 ml, 3 kali dalam sehari.

Bagaimana cara meminum pseudoefedrin?

Pseudoefedrin dapat diminum sebelum atau setelah makan, diminum dengan segelas air putih.

Bagaimana bila lupa meminum pseudoefedrin?

Tidak perlu meminum ulang pseudoefedrin untuk menggantikan dosis pseudoefedrin yang terlewat, sebaiknya minum obat kembali sesuai aturan pakai di waktu selanjutnya. Perhatikan aturan pakai dan dosis maksimal pseudoefedrin, serta perhatikan bahwa jeda antar waktu minum obat pseudoefedrin yaitu 4 jam untuk dewasa dan 6 jam untuk anak.

Apakah pseudoefedrin aman bagi anak-anak?

Pseudoefedrin tidak disarankan pada anak <2 tahun, karena berisiko menyebabkan kejang, detak jantung cepat, dan kematian.

Namun apabila dibutuhkan, anak <12 tahun dapat mengonsumsi pseudoefedrin dalam pengawasan dokter dan apoteker. Hal yang perlu diperhatikan yaitu dosis yang disarankan bagi anak <12 tahun yaitu 4 mg/kg/hari, minimal pemberian jeda antar waktu minum obat yaitu 6 jam, dan dosis maksimalnya yaitu 60 mg/hari.

Untuk mengatasi hidung tersumbat/flu pada anak, orang tua disarankan tidak langsung memberikan obat pseudoefedrin tanpa konsultasi terlebih dahulu. Larutan salin nasal atau vapour rub dapat digunakan untuk langkah pertama.

Apakah pseudoefedrin aman bagi ibu hamil dan menyusui?

Pseudoefedrin tidak disarankan penggunaannya pada ibu menyusui karena pseudoefedrin dapat masuk ke dalam ASI dan dapat menyebabkan berkurangnya produksi ASI.

Pseudoefedrin sebaiknya dihindari oleh ibu hamil trimester pertama karena dapat menyebabkan hipertensi maternal pada ibu hamil dan berisiko bagi janin. Hal tersebut disebabkan efek vasokonstriksi dari pseudoefedrin yang menyebabkan berkurangnya aliran darah dari ibu ke janin.

Pseudoefedrin termasuk kategori C untuk kemanan obat selama kehamilan menurut FDA Amerika. Pseudoefedrin diperbolehkan untuk ibu hamil (tanpa penyakit hipertensi) pada trimester kedua dan ketiga. Untuk meminimalkan paparan obat pseudoefedrin kepada janin maka sebaiknya ibu hamil meminum pseudoefedrin jenis immediate release, sebisa mungkin hindari bentuk tablet extended release dan minum dalam dosis efektif yang minimal dalam waktu yang minimal.

Apakah efek samping dari pseudoefedrin? (caution)

Efek samping tidak selalu muncul di setiap orang sehingga tidak perlu khawatir timbul efek samping bila memang konsumsi obat dibutuhkan. Namun tetap perlu diketahui efek samping dari suatu obat agar dapat mewaspadai efek samping tersebut.

Efek samping pseudoefedrin diantaranya yaitu mual, muntah, gugup, tremor, tidak dapat istirahat, insomnia, hipertensi dan penyakit jantung. Oleh karena itu penggunaan pseudoefedrin perlu diperhatikan secara waspada pada:

  • Anak-anak dan orang tua (lansia) yang lebih rentan terhadap efek samping
  • Pasien hipertensi ringan-sedang, penyakit jantung, hipertiroid, hiperglikemia, pembesaran prostat, diabetes mellitus, gagal ginjal, kejang, disfungsi tiroid,dan glaucoma yang dapat memperparah kondisi penyakitnya.
  • Sebaiknya tidak menggunakan pseudoefedrin bila sedang mengonsumsi obat yang diresepkan untuk depresi, kondisi psikiatri, atau Parkinson,atau mengonsumsi obat golongan monoamine oxidase inhibitor (MAOI) atau baru berhenti mengonsumsi obat MAOI kurang dari 2 minggu yang lalu. Contoh obat MAOI yaitu fenelzin, tranilsipromin, isocarboksazid, moklobemid.

Apakah saya dapat membeli pseudoefedrin secara bebas?

Pseudoefedrin dapat dibeli di apotek secara bebas tanpa resep dokter. Silahkan berkonsultasi pada apoteker di apotek untuk memilih produk mengandung pseudoefedrin yang sesuai.

Apabila setelah 7 hari meminum pseudoefedrin dan keluhan belum membaik atau bila keluhan hidung tersumbat disertai demam maka sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum memutuskan untuk kembali minum pseudoefedrin.

Supervisor:
  • Sani Asmi Ramdani Lestari
Visualitator:
  • Putri Kholilah
  • WebMD LLC. 2019. Pseudoephedrine (OTC). Dapat diakses di: https://reference.medscape.com/drug/sudafed-nexafed-pseudoephedrine-343412
  • 2. NHS. 2019. Pseudoephrine (including Sudafed). Dapat diakses di: www.nhs.uk/medicines/pseudoephedrine/
  • 3. MIMS. 2019. Pseudoephedrine. Dapat diakses di: https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pseudoephedrine?mtype=generic
  • 4. Wicker, A.M dan Labruzzo, B.A. 2009. Recommendations for the Use of OTC Cough and Cold Medications in Children. Dapat diakses di: https://www.uspharmacist.com/article/recommendations-for-the-use-of-otc-cough-and-cold -medications-in-children
  • 5. Driel, M.L.v., Scheire, S., Deckx, L., gevaert, P., Sutter, A.D. 2018. What Treatments are Effective for Common Cold in Adults and Children?. The British Medical Journal 363, k3786.
  • 6. Atlanta Gynecology & Obstetrics. 2019. Safe Medications for Pregnancy and Lactation. Dapat diakses di: https://www.atlantagynob.com/safe-medications-pregnancy.php
  • 7. Wigle, P.R., McNeal, S.M., Tibbs, K. 2006. Pregnancy and OTC Cough, Cold, Analgesic Preparations. Dapat diakses di: https://www.uspharmacist.com/article/pregnancy-and-otc-cough-cold-and-analgesic-preparations
  • 8. CHPA Educational Foundation. 2019. Pseudoephedrine. Dapat diakses di: https://www.knowyourotcs.org/ingredient/pseudoephedrine/
Farmasi Indonesia Info Update Informasi obat Obat

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here