Trending

Kenali Macam-macam Area Suntik

Swamedikasi Diare

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

  • 2610

Oleh : Septiani Rahayu, S.Farm., Apt.

Obat golongan CCB merupakan salah satu golongan obat pilihan pertama dalam terapi penyakit hipertensi. Hipertensi merupakan kondisi tekanan darah tinggi yaitu melebihi 140/90 mmHg secara umum atau melebihi 150/90 mmHg pada seseorang lanjut usia.

Golongan obat ini bekerja menurunkan tekanan darah dengan cara menghambat ion kalsium masuk ke dalam sel melalui kanal kalsium sehingga menyebabkan kadarnya menurun di dalam sel. Sel yang dimaksud disini adalah pada jantung dan pembuluh darah. Ion kalsium dibutuhkan di dalam sel jantung dan pembuluh darah agar dapat berkontraksi. Dengan dihambatnya ion kalsium masuk ke dalam sel oleh obat golongan CCB, otot pembuluh darah dan otot jantung dapat berelaksasi. Kondisi relaksasi ini menyebabkan pembuluh darah melebar dan kontraktilitas jantung menurun sehingga dihasilkan penurunan tekanan darah dan penurunan denyut jantung.

Selain digunakan dalam terapi hipertensi, obat golongan CCB juga dapat digunakan dalam terapi penyakit angina pektoris (khususnya angina pektoris stabil dan angina varian/prinzmetal). Angina pektoris merupakan kondisi nyeri pada bagian dada yang biasanya menjalar ke lengan kiri karena kurangnya suplai oksigen ke jantung, biasanya disebabkan adanya plak lemak yang menempel pada dinding pembuluh darah. Melalui mekanisme kerja yang telah dijelaskan di atas, obat golongan CCB juga dapat mengurangi kebutuhan oksigen otot jantung dan meningkatkan suplai oksigen ke otot jantung sehingga golongan obat ini berguna untuk menyeimbangkan suplai oksigen ke otot jantung, mengurangi beban kerja jantung, dan mengatasi nyeri dada pada angina.

Obat-obat golongan CCB diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan senyawa kimianya yaitu:

1.      Golongan dihidropiridin, contohnya seperti amlodipin, nifedipin, nikardipin, isradipin, felodipin. 

2.      Golongan non dihidropiridin, contohnya seperti verapamil dan diltiazem

Golongan dihidropiridin atau obat dengan nama –dipin seperti dicontohkan di atas memiliki efek lebih kuat terhadap otot pembuluh darah sehingga lebih umum penggunaannya dalam terapi hipertensi sedangkan obat golongan non dihidropiridin memiliki efek lebih kuat terhadap otot jantung sehingga dapat lebih umum digunakan dalam terapi angina pektoris.

Amlodipin merupakan obat paling populer digunakan dari obat golongan ini. Amlodipin digunakan oleh 17% pasien hipertensi dan memiliki bukti klinis yang lebih banyak dibandingkan obat lain dari golongan obat yang sama untuk penggunaan pada pasien penyakit hipertensi dan penyakit jantung. Amlodipin juga menjadi yang paling disukai penggunaannya dikarenakan waktu paruhnya yang panjang dalam tubuh (butuh waktu yang panjang untuk mengeliminasi amlodipin dari tubuh) sehingga hanya dibutuhkan sekali minum obat per harinya. Dosis amlodipin yaitu 5 mg per hari dengan dosis maksimum 10 mg per hari. Adapun untuk pasien anak (6-17 tahun), dosis amlodipin yang aman digunakan yaitu 2.5 mg – 5 mg per hari. Dosis amlodipin 2,5 mg per hari digunakan untuk pasien yang memiliki gangguan hati dan pasien lanjut usia. Apabila menggunakan amlodipin dan simvastatin (obat penurun kolesterol) dengan dosis diatas 20 mg perlu diperhatikan untuk tidak digunakan dalam waktu bersamaan untuk menghindari efek interaksi obat.   

Obat golongan CCB tidak mempunyai efek samping terhadap kondisi metabolik seperti mempengaruhi kadar gula darah, lemak, atau asam urat dalam darah. Efek samping dari obat golongan CCB terutama pada penggunaan golongan dihidropiridin yaitu pusing, sakit kepala, muka memerah, mual, muntah, batuk, dan edema perifer atau pembengkakan pada kaki. Efek samping pembengkakan pada kaki ini dapat diminimalisir apabila diberikan pada malam hari sebelum tidur atau menggunakan dosis amlodipin yang lebih rendah terlebih dahulu. Efek samping lainnya yaitu sembelit dan refluks esofagus atau GERD pada penggunaan verapamil. Efek samping tersebut perlu diperhatikan namun tidak perlu khawatir karena belum tentu semua pasien yang menggunakan obat golongan CCB mengalami kondisi tersebut. Obat golongan CCB tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh pasien wanita hamil dan menyusui karena data penelitian yang menunjang keamanan obat masih terbatas. 

Obat golongan CCB merupakan obat golongan keras (memiliki tanda huruf K dalam lingkaran berwarna merah pada kemasan obatnya) yang memerlukan resep dokter sehingga sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter apakah kondisi tubuh kita termasuk yang membutuhkan obat golongan CCB ini atau tidak. Dan jangan lupa untuk berkonsultasi dengan apoteker tentang informasi obat yang dibutuhkan sebelum menggunakan obat ini, agar kita lebih memahami obat yang akan kita konsumsi.

REFERENSI

DiPiro Joseph T., R.L. Talbert, G.C. Yee, G.R. Matzke, B.G. Wells, L.M. Posey. 2011. Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach Eight Edition. McGraw Medical Hill. New York.

Fares H.,DiNicolantonio, J.J., O’Keefe J.H., Lavie C.J. 2016. Amlodpine in Hypertension: A First-Line Agent with Efficacy for Improving Blood Pressure and Patient Outcomes. Openheart Cardiac Risk Factors and Prevention British Medical Journal (BMJ).

Nafrialdi. 2007. Farmakologi dan Terapi Edisi 5: Antihipertensi. Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.

Rabah, F., El-Naggari M., Al-Nabhani, D. 2017. Amlodipine: The Double Edged Sword. Journal of Paediatrics and Child Health.

Stafford, R. 2017. Too high: Older Drugs Work Well for Hypertension, New Medications Show Little Innovation. SCOPE published by Stanford  Medicine.

Suyatna, F.D. 2007. Farmakologi dan Terapi Edisi 5: Antiangina. Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here