Trending

Kenali Macam-macam Area Suntik

Swamedikasi Diare

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

Herbal Episode 4: Kenalan dengan Ginko Biloba - si Anti Lupa

Herbal Episode 4: Kenalan dengan Ginko Biloba - si Anti Lupa

  • 1514

Sahabat HAI, pernah mengalami kelupaan? Atau mungkin kawan pernah mendapati orang tua, nenek atau kakek mulai terlupa dimana ia menaruh jaket, sepatu atau kacamata? Tentu pernah bukan? Penyakit lupa ini khususnya yang terjadi pada orang tua dalam dunia kesehatan dikenal dengan istilah demensia. 

Apa sih Demensia itu?
Demensia menurut WHO (2019) ialah suatu sindrom/gejala, baik itu kronis maupun progresif yang diakibatkan terjadinya penurunan fungsi kognitif (kemampuan untuk berpikir). Sebagai sebuah sindrom, demensia merupakan hasil dari beragam penyakit ataupun kecelakaan khususnya yang mengganggu kerja otak, seperti Alzheimer atau stroke. 

Tahun 1994, dewan penasehat ilmiah pengobatan tradisional, obat tradisonal, dan herbal yang bernama Commision Edi Jerman telah mengeluarkan rilis resminya, bahwa untuk mencegah penyakit lupa ini dapat digunakan ekstrak tanaman Gingko biloba (EMA, 2014).

 

Kenalan dengan Ginko Biloba!

Gingko biloba atau yang juga dikenal sebagai pohon rambut gadis, merupakan salah satu tanaman fossil. Pohon ini dikenali mirip dengan fosil yang telah ditemukan. Perlu kita ketahui, Gingko biloba ini ialah salah satu herbal dengan penjualan terbesar di Dunia. Bahkan, ia termasuk 10 besar  penjualan herbal di Amerika Serikat. Herbal ini secara tradisional sudah lama digunakan di China untuk beberapa penyakit. Dewasa ini, Gingko sudah mulai dibuat dalam ekstrak terstandar,salah satunya ekstrak terstandar EGb 761. Ekstrak terstandar ini yang kemudian secara luas digunakan di Eropa untuk mengobati beberapa penyakit khususnya yang berhubungan dengan kesehatan mental dan ingatan, depresi, anxietas, tinnitus, serta pusing.

 

Apa saja kandungan Ginko Biloba?

Diketahui kandungan ekstrak terstandar Gingko biloba (EGb 761) berisikan 24 persen senyawa gingko flavonoid glikosida, 6 persen lakton terpen, dan kurang dari 5 ppm asam gingkolik. Menurut para peneliti, herbal Gingko biloba dipercaya berfungsi pada tubuh sebagai agent neuroproteksi, antioksidan (Victor et al., 2003).

Selain itu, Gingko biloba juga bekerja seperti vitamin E, menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel, khususnya sel otak, sehingga Gingko biloba ini disinyalir menurut para peneliti sebagai agen neuroproteksi. Selain berefek pada otak, Gingko biloba ini juga memiliki efek pada pembuluh darah, melancarkan pembuluh darah. 

Berkat manfaatnya yang menarik, Para peneliti pun banyak yang meneliti herbal ini. Gingko biloba ialah salah satu success story obat herbal yang berhasil menjadi obat yang diakui manfaatnya oleh WHO. Sejak tahun 2000, ekstrak terstandar Gingko biloba telah masuk dalam klasifikasi ATC (anatomical therapeutic chemical) Classification Systemsebagai obat anti-demensia bersama obat memantine dan cholinesterase inhibitor (Victor et al., 2003).


Ginko Biloba Anti- Lupa! 
Terkait manfaatnya sebagai anti-demensia, penulis menemukan beragam penelitian terkait dengan kualitas studi yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Stefan Weinmann bersama koleganya melakukan studi systematic review dan meta-analisis dari efek ekstrak terstandar Gingko biloba pada demensia dari sembilan Study Clinical Trial menggunakan ekstrak yang sama pada tahun 2010. Hasil nya menunjukan bahwa ekstrak terstandar Gingko biloba (EGb 761) lebih efektif dari placebo (kapsul tanpa isi obat) serta secara klinis efeknya serupa dengan obat anti-demensia lainnya. 

 

Amankah konsumsi Ginko Biloba?

Tahun 2015, Hashiguchi bersama koleganya telah melakukan study meta-analisis tentang efikasi dan keamanan dari ekstrak terstandar Gingko biloba sebagai obat anti-demensia dari 13 study klinis Randomize Controlled Trial (RCT). Didapatkan bahwa mengkonsumsi ekstrak Gingko biloba sebanyak 240 mg perhari efektif dan aman sebagai obat anti-demensia. 

Mesti terkategori aman dan memiliki manfaat sebagai anti-demensia, dalam mengkonsumsi ekstrak terstandar Gingko biloba ada hal penting yang perlu kita ketahui. Gingko biloba diketahui memiliki potensi problem klinis yakni perdarahan yang disebabkan efek inhibisi factor aktivasi platelet. Efek ini secara sederhana meningkatkan pengenceran darah, sehingga pada penggunaan bersama dengan obat-obat antiplatelet seperti warfarin, aspirin perlu dilakukan konsultasi lebih lanjut bersama dokter. Selain itu, berdasarkan opini para ahli dan ilmu farmakokinetik, Gingko biloba ini perlu diputus penggunaannya selama 36 jam dan 14 hari sebelum dilakukannya operasi. Penggunaan bersama obat herbal lainnya pun dapat meningkatkan risiko perdarahan, seperti: bawang putih, jahe (Victor et al., 2003). 

 

Kesimpulan

Gingko biloba yang sudah diakui sebagai obat secara tradisional ternyata terbukti sebagai obat anti-demensia dan diakui sebagai obat anti-demensia oleh WHO sejak tahun 2000. Keamanan dari penggunaan ekstrak terstandar Gingko biloba pun terbukti aman, walaupun pada penggunaan bersama dengan obat serta herbal lain perlu diperhatikan dikarenakan dapat memicu risiko perdarahan. Termasuk, perlu dilakukan pemutusan konsumsi sebelum dilakukannya operasi []. 

 

Supervisor:
  • Nadiya Nurul
Visualitator:
  • Raden Indah
  • EMA, 2014. Assessment report on Gingko biloba L., Folium. European Medicines Agency. Committee on herbal Medicinal Product.
  • Hashiguchi M., Yuriko O., Mikiko S., Junya M., and Mayumi M., 2015. Meta-analysis of the efficacy and safety of Gingko biloba extract for the treatment of dementia. Journal of Pharmaceutical Health Care and Sciences 1.14:1-12.
  • Sierpina V. S., Bernd W., and Mark B., 2003. Gingko biloba. American Family Physician: 68:5.
  • Stefan W., Stephanie R., Christoph S., Christop V., and Stefan N. W., 2010. Effect of Gingko biloba in dementia: systematic review and meta-analysis. BMC Geriyatric.10.14.
  • WHO, 2019. Dementia. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dementia
Farmasi Indonesia Herbal Pengobatan Alternatif

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here