Trending

Swamedikasi Diare

Info Obat : Kortikosteroid, Obat Dewa?

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

Hati-hati dengan Miras!

Hati-hati dengan Miras!

  • 391

Maraknya berita mengenai kasus kriminalitas yang terjadi di Indonesia, dengan para pelakunya yang diduga sedang dibawah pengaruh minuman keras, menyebabkan pertanyaan apakah ada pengaruh minuman keras dengan kriminalitas atau kasus kekerasan? Apa efek minuman keras terhadap psikis seseorang?

Mari kita simak ulasan berikut ini.

 

Kenali minuman keras!

Minuman keras, adalah istilah yang digunakan untuk minuman yang mengandung alkohol dengan kadar yang bervariasi. Alkohol dikenal sebagai senyawa psikoaktif, yaitu suatu zat yang secara selektif menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan gangguan psikologis seperti persepsi, mood, perilaku, dan lain-lain. Beberapa penelitian yang dilakukan pada responden pria menghasilkan kesimpulan bahwa konsumsi alkohol dapat merusak rasa empati. Pernyataan tersebut didukung oleh Simona Amenta, ilmuwan pasca-doktoral dari University of Milano-Bicocca di Italia, sekaligus dosen di Catholic University of Milan, “Penyalahgunaan alkohol kronis tampaknya berpengaruh pada kemampuan pengamatan dan penerjemahan ekspresi emosional,". "Alkohol berkaitan dengan berkurangnya kepekaan emosi dan verbal, yang akhirnya memicu kesulitan dalam membedakan dan memahami kondisi emosi seseorang." Kesulitan memahami kondisi emosi seseorang berkaitan dengan respon empati yang menurun pada konsumen alkohol.

 

Pendapat ini didukung oleh Dr. David Caldicott, seorang konsultan darurat medis di Rumah sakit Calgary, Canberra, Australia, memberi penjelasan mengenai beberapa hasil penelitian tentang alkohol dan perilaku agresif. Mereka yang (ketika dalam kondisi sadar, atau tidak dipengaruhi oleh alkohol) lebih mudah tersinggung, tak mudah mengendalikan amarah, dan terlihat kurang empati terhadap orang lain, lebih mungkin berlaku agresif saat mengkonsumsi alkohol. Artinya? Sifat (kebiasaan) seseorang dalam kondisi sadar akan berpengaruh pada sifatnya ketika dalam kondisi mabuk.

 

Contoh pada kasus kriminalitas seksual, seperti yang terjadi pada kasus Yuyun, dari hasil pemeriksaan pada korban, diketahui kalau para pelaku ini hobi menonton film porno. Sehingga kondisi mabuk membuat mereka lebih agresif dan tidak dapat mengendalikan dirinya.

 

Selain itu, hasil yang didapatkan dari penelitian Claude M Stelee, mengenai efek alkohol diantaranya ialah;

1. Alkohol membuat perlakukan sosial seseorang menjadi ekstrem (karena adanya blokade respon terhadap konflik)

2. Dapat menurunkan self-evaluation

3. Alkohol dapat menurunkan kecemasan sehingga menyebabkan seseorang kesulitan menepatkan emosi diri.

 

Apakah ada pengaruh usia?

Dr Adrienne Heinz mengatakan bahwa salah satu cara mengukur pengaruh alkohol terhadap kerja otak adalah dengan mengamati sistem eksekutif otak seseorang; termasuk pembuatan keputusan, memecahkan masalah dan menalar. Sistem eksekutif otak ini ibarat pusat komando otak yang mengatur (memberi sinyal) berhenti, mempertimbangkan resiko dan konsekuensi perbuatan, serta mengarahkan seseorang kepada suatu hasil yang diharapkan (baik). Namun, saat seseorang dipengaruhi alkohol, kontrol sistem tersebut akan melemah, menyebabkan kesulitan mempertimbangkan perilaku dan mengatur diri, yang terkadang memunculkan sikap dan perilaku kekerasan.

 

Sebagian orang secara alamiah memiliki kendali eksekutif yang kurang baik, hal ini dipengaruhi salah satunya oleh usia. Karena pada dasarnya, otak manusia terus berkembang hingga usia kita mencapai akhir 20 tahunan, dengan catatan bagian otak yang paling akhir berkembang adalah bagian prefrontal lobe, yaitu daerah yang mengendalikan nafsu melalui kendali eksekutif. Oleh karena itu remaja dan orang muda relatif lebih sering melakukan kekerasan saat mabuk.

 

Apa yang harus dilakukan?

"Kalau ada zat yang mengakibatkan masalah di masyarakat, adalah tanggung jawab badan kesehatan publik untuk memastikan ada pembatasan zat tersebut," – Pendapat psikolog dan peneliti bidang penyalahgunaan zat dari Stanford University, Amerika Serikat, Dr Adrienne Heinz.

 

"Kami dukung penuh pelarangan miras itu kalau dikonsumsi anak anak. Seperti kemarin di Papua. Miras ini pelarangannya kita efektifnya karena itu muternya ke kekerasan seksual dan kekerasan lainnya," - Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia

 

 Adanya regulasi yang jelas dan tegas mengenai penggunaan minuman keras amatlah penting untuk mengatasi kekerasan/kriminalitas yang disebabkan oleh pengaruh minuman keras.

 

 

Referensi:

Steele, Claude M., Joseph, Robert A. 1998. Drinking your troubles away: II. An attention-allocation model of alcohol's effect on psychological stress. Journal of Abnormal Psychology, Vol 97(2), May 1988, 196-205.

Bushman, Brad J.; Cooper, Harris M. 1990. Effects of alcohol on human aggression: An intergrative research review. Psychological Bulletin, Vol 107(3), May 1990, 341-354.

http://regional.liputan6.com/read/2499720/kronologi-kasus-kematian-yuyun-di-tangan-14-abg-bengkulu

http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2016/05/08/mirip-kasus-yuyun-siswi-smp-ini-diperkosa-4-pemuda-bengkulu-maret-kok-baru-diperiksa-sekarang/

http://www.newsth.com/ruptik/15380/berita-hari-ini-kasus-yuyun-bengkulu-terulang-lagi-timpa-bocah-12-tahun-dipaksa-bercinta-4-pria-di-kuburan-pancoran/

http://www.merdeka.com/peristiwa/selain-kasus-yuyunada-9-kasus-pemerkosaan-di-rajang-lebong-bengkulu.html#

http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2014-01-31/sikap-agresif-akibat-alkohol-tergantung-orangnya/1257430

 

 

 

 

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here