Trending

Kenali Macam-macam Area Suntik

Swamedikasi Diare

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

COVID 19 Update: Virus Shut Out dan Strong Acidic Water

COVID 19 Update: Virus Shut Out dan Strong Acidic Water

  • 912

 “Japan Virus Shut Out Tag Innovative product that helps block out virus particles which sanitize your immediate surrounding. This is effective for usage if you cannot avoid crowded places such as trains, offices, schools or any public places where people gather.”

Begitulah bunyi deskripsi ‘Virus shut out kalung anti virus Japan 30 days’. Kalung antivirus ini mengklaim dapat membunuh virus dalam radius 1-2 m selama 30 hari dengan hanya mengalungkan Virus Shut Out tersebut. Bentuk dari Virus Shut Out adalah seperti name tag dan telah diiklankan oleh beberapa influencer di media social.

Faktanya?

  1. Penggunaan kalung tersebut jauh dari mulut, mata. Maupun hidung yang merupakan jalan masuknya virus pernapasan yang sedang pandemic—Covid-19
  2. Kalung tersebut berisi klorin dioksida yang merupakan disinfektan
  3. Bahan aktif klorin dioksida sangatlah korosif
  4. Klorin dioksida apabila terhirup dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, menyebabkan batuk dan bersin, serta dapat mengiritasi paru-paru (mengakibatkan penyempitan bronkus sehingga memberikan efek sesak napas).
  5. Paparan klorin dioksida dapat menyebabakan iritasi pada kulit dan mata
  6. Paparan disinfektan pada tubuh tidak direkomendasikan oleh WHO. Disinfektan hanya untuk membersihkan, menghambat, dan membunuh kuman atau virus di permukaan benda mati.
  7. Produk ini bahkan sudah dilarang dipasarkan karena belum terbukti dari segi efikasi maupun keamanan.

Kesimpulan

Virus Shut Out tidak dapat menangkal Covid-19, bahkan bahan aktifnya yang berupa klorin dioksida dapat berbahaya bagi tubuh.

 

Bagaimana dengan Strong Acidic Water, alias Electrolyzed Water (EW) 

Dia adalah air dengan kandungan natrium atau kalium klorida (garam) yang di-asam-kan melalui proses elektrolisis. 

Dengan menggunakan katoda dan anoda (mekanisme elektrolisis), air bisa diubah pHnya dari yang tadinya normal menjadi asam (pH rendah). 

Menurut penelitian, air asam ini memiliki aktivitas antibakteri bahkan antivirus. Akan tetapi, simak beberapa fakta dibawah ini; 

  1. Penelitian tersebut menyatakan bahwa Electrolyzed Water (EW) digunakan sebagai desinfektan,
  2. Paparan disinfektan pada tubuh tidak direkomendasikan oleh WHO. Disinfektan hanya untuk membersihkan, menghambat, dan membunuh kuman atau virus di permukaan benda mati.
  3. Penelitian tersebut meneliti EW terhadap virus foot-and-mouth disease virus (FMDV) yang merupakan jenis virus RNA, mirip seperti virus corona. 
  4. Mengutip dari tanggapan guru besar Farmasi ITB; Penggunaan electrolyzed salt water sebagai disinfektan, memiliki mekanisme dasar menghasilkan klorin sebagai disinfektan. Sejauh ini, potensi penggunaan electrolyzed salt water untuk menginaktivasi virus, yang dipublikasikan pada Journal of Veterinary Medical Science, ditentukan dengan mencampurkan virus dengan air,  sehingga waktu kontak juga berpengaruh pada efektivitas inaktivasinya.
  5. Efek samping penggunaan klorin adalah apabila terhirup dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, menyebabkan batuk dan bersin, serta dapat mengiritasi paru-paru (mengakibatkan penyempitan bronkus sehingga memberikan efek sesak napas).
  6. Sedangkan, paparan klorin dioksida dapat menyebabakan iritasi pada kulit dan mata
Supervisor:
  • Nadiya Nurul
  • Tempo.co. 2020. Begini Virus Shut Out Klaim Usir COVID-19 dan Tanggapan dari Ahli. Tersedia di https://tekno.tempo.co/read/1324258/begini-virus-shut-out-klaim-usir-covid-19-dan-tanggapan-dari-ahli
  • Can spraying alcohol or chlorine all over your body kill the new coronavirus? Tersedia di https://www.health.go.ug/covid/spraying-alcohol/
  • Hazardous Substance Fact Sheet. 2005. Chlorine Dioxide. Tersedia di https://nj.gov/health/eoh/rtkweb/documents/fs/0368.pdf
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5402194/ Potential of electrolyzed water for disinfection of foot-and-mouth disease virus
Farmasi Indonesia Info Update

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here