Trending

Kenali Macam-macam Area Suntik

Swamedikasi Diare

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

Info Obat : Captopril

Info Obat : Captopril

  • 797

Oleh : Fransisca Fortunata, S. Farm., Apt.

 

Anda sering mendengar penyakit tekanan darah tinggi, bukan? Sudah banyak orang yang menderita tekanan darah tinggi di Indonesia, sekitar 25.8%, sesuai dengan Riskesdas 2013. Tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang umum terjadi, dan ketika tidak diobati dengan baik, maka akan menyebabkan kerusakan terhadap otak, jantung, pembuluh darah, ginjal, dan organ tubuh yang lain. Kerusakan pada organ ini menyebabkan penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, kehilangan penglihatan, dan masalah lainnya. 

 

Mengapa Captopril Seringkali Diresepkan oleh Dokter?

Captopril dapat digunakan secara individual atau dikombinasikan dengan obat lain untuk membantu pengobatan tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Obat ini juga seringkali digunakan untuk meningkatkan tingkat “survival” individu dengan mengurangi risiko gagal jantung pada penderita hipertropi ventrikel kiri (penebalan dinding bilik jantung bagian kiri). Captopril juga dimanfaatkan untuk mengobati gagal ginjal (nefropati) yang disebabkan oleh diabetes pada pasien DM tipe 1 dan retinopati (gangguan pada mata). Captopril tergolong dalam kategori obat ACE (angiotensin-converting enzyme) inhibitor yang menurunkan total zat kimia yang dapat mempersempit pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih kecil dan jantung perlu memompa darah secara lebih efisien. 

 

Mekanisme Aksi Captopril

Mekanisme aksi Captopril belum diketahui secara pasti. Diperkirakan bahwa efeknya terhadap hipertensi dan gagal jantung sebagai hasil dari supresi sistem renin-angiotensin-aldosteron. Akan tetapi, tidak ada korelasi antara kadar renin dan obat di dalam tubuh. Renin, enzim yang disintesis oleh ginjal, dibebaskan ke dalam sirkulasi yang beraksi terhadap substrat plasma globulin menjadi angiotensin I. Angiotensin I kemudian dikonversikan oleh ACE menjadi angiotensin II, substrat vasokonstriktor endogen poten. Angiotensin II kemudian menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal, yang berkontribusi terhadap retensi cairan dan sodium.

 

Bagaimana Cara Penggunaan Obat?

Captopril digunakan sebagai tablet yang dikonsumsi secara oral. Umumnya digunakan 2 hingga 3 kali sehari dengan perut kosong, 1 jam sebelum makan. Konsumsi Captopril sebaiknya dilakukan setiap hari, pada jam yang sama untuk memudahkan mengingat pengonsumsian obat terkait. Captopril digunakan untuk mengontrol tekanan darah dan gagal jantung, bukan untuk menyembuhkan penyakit jantung. Disarankan penggunaan obat secara kontinu, dan tidak dihentikan tanpa instruksi dari dokter.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Konsumsi Captopril

Informasikan kepada dokter terkait dengan obat yang sedang dikonsumsi, penyakit lain yang sedang diderita (terutama diabetes, gagal jantung, atau gagal ginjal), dan ibu yang sedang menyusui. Perlu diketahui diare, muntah, tidak cukup minum, dan berkeringat akan menyebabkan penurunan tekanan darah, yang menyebabkan pusing dan penurunan kesadaran.

 

Apa Efek Samping yang Disebabkan oleh Captopril?

Captopril dapat menyebabkan beberapa efek samping yang umum terjadi, yaitu pusing, penurunan kemampuan mengecap, batuk, percepatan detak jantung, kelelahan yang berlebihan. Beberapa efek samping dapat bertambah serius, seperti nyeri dada, pembengkakan wajah, mata, bibir, lidah, lengan, kaki, gatal-gatal, suara serak, kesulitan bernapas atau menelan, nyeri perut, pingsan, ruam, demam, nyeri tenggorokan, dan gejala infeksi lainnya.

 

Informasi Apa yang Perlu Diketahui terkait dengan Penyimpanan dan Pembuangan Obat ini?

Perlu diingat bahwa obat ini sebaiknya disimpan dalam wadah yang tertutup kedap dan jauh dari jangkauan anak-anak. Obat perlu disimpan pada temperatur kamar dan hindari paparan panas dan lembab. 

 

Apa Hal Lain yang Perlu Diketahui?

Tekanan darah perlu dilakukan pengecekan rutin untuk menentukan respons tubuh terhadap obat. Captopril memiliki sedikit bau sulfur (seperti telur busuk). Hindari penggunaan Captopril pada ibu hamil. Apabila Anda menderita diabetes, sebaiknya hindari penggunaan Captopril bersamaan dengan obat lain yang mengandung aliskiren, seperti Amturnide, Tekturna, dan Tekamlo.

 

Oleh karena itu, selain mengonsumsi obat, perubahan gaya hidup juga akan membantu mengontrol tekanan darah. Perubahan gaya hidup yang dimaksud mencakup makan makanan rendah lemak dan garam, menjaga berat badan yang ideal, berolahraga paling sedikit 30 menit sehari, tidak merokok, dan menggunakan alkohol. 

 

Sumber :

American Society of Health-System Pharmacists. (2019). Captopril [Online]. Diakses pada 20 Juni 2019, dari MedlinePlus: https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682823.html

 

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Hipertensi Membunuh Diam-diam, Ketahui Tekanan Darah Anda [Online]. Diakses pada 20 Juni 2019, dari Kementerian Kesehatan RI: http://www.depkes.go.id/article/view/18051600004/hipertensi-membunuh-diam-diam-ketahui-tekanan-darah-anda.html

 

FDA. (2019). Capoten® (Captopril Tablets, USP) [Online]. Diakses pada 20 Juni 2019, dari FDA: https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2014/018343s085lbl.pdf

 





Comments (1)

    There are no comments yet

Login Here