Trending

Swamedikasi Diare

Info Obat : Kortikosteroid, Obat Dewa?

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

  • 2008

Penyakit gout atau asam urat sudah tidak asing lagi di telinga kita. Secara definisi, gout merupakan penyakit progresif akibat deposisi kristal monosodium urat (MSU) di sendi, ginjal, dan jaringan ikat lainnya sebagai akibat dari tingginya nilai urisemia (asam urat) yang berlangsung secara kronik. Apabila kondisi ini tidak ditangani secara efektif maka akan berkembang menjadi gout kronis hingga mengakibatkan gangguan fungsi ginjal (Perhimpunan Reumatologi Indonesia, 2018).

Hiperurisemia merupakan kondisi dimana tubuh mengandung kadar asam urat yang tinggi atau berlebihan yaitu >6.8 mg/dL. Kadar asam urat normal pada perempuan dan laki-laki berbeda, pada perempuan normalnya 2.4 – 5.7 mg/dL, sedangkan pada laki-laki 3.4-7.0 mg/dL. Jadi dari sini perlu dibedakan antara serangan gout dan hiperurisemia. Serangan gout terjadi karena hiperurisemia kronik, serangan tiba-tiba, sendi yang terkena mengalami kemerahan, bengkak dan nyeri. Sedangkan, hiperurisemia terjadi karena tingginya kadar asam urat.

Sehingga dalam menentukan tatalaksana hiperurisemia dan gout juga dapat dibedakan. Menggunakan allopurinol atau NSAID?

 

Serangan Gout Akut

Serangan gout akut harus mendapat penanganan secepat mungkin. Serangan gout akut ditandai dengan nyeri sendi, bengkak, dan mengalami kemerahan pada sendi tersebut biasanya terjadi pada pangkal jari, lutut, pergelangan tangan, dan kaki yang terasa pada malam hari sebelum tidur atau saat pagi hari setelah bangun tidur. Pada kondisi seperti ini rekomendasi obatnya adalah jika gout akut onsetnya <12 jam maka diberikan kolkisin dengan dosis awal 1 mg diikuti 1 jam kemudian 0.5 mg. Pilihan terapi gout akut diantaranya NSAID, kortikoskosteroid. Apabila onsetnya >12 jam maka terapi yang dapat digunakan secara efektif adalah NSAID. Penggunaan NSAID seperti piroksikam, meloksikam, dan NSAID lain memberikan efek inflamasi yang bagus pada serangan gout dengan toksisita minimal, namun hanya boleh digunakan jangka pendek saja (biasanya 5-8 hari). Obat penurun asam urat seperti allopurionol tidak disarankan memulai terapinya pada saat serangan gout akut. Namun pada pasien yang sudah dalam terapi rutin obat penurun asam urat, terapi tetap dilanjutkan.

 

Hiperurisemia

Obat penurun asam urat dianjurkan dimulai 2 minggu setelah serangan akut reda. Indikasi memulai terapi penurun asam urat pada pasien gout adalah pasien dengan serangan gout > 2 kali serangan, pasien serangan gout pertama kali dengan kadar asam urat serum ≥8 atau usia < 40 tahun. Allopurinol adalah obat pilihan pertama untuk menurunkan kadar asam urat, diberikan mulai dosis 100 mg/hari. Target terapi penurun asam urat adalah kadar asam urat serum <6 mg/dL, dengan pemantauan kadar asam urat dilakukan secara berkala.

Setiap pasien gout yang mendapatkan terapi penurun kadar asam urat berisiko mengalami serangan gout akut. Semakin poten dan semakin besar dosis penurun asam urat, maka semakin besar pula risiko terjadinya serangan akut. Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya serangan akut gout direkomendasikan untuk memberikan terapi profilaksis selama 6 bulan sejak memulai terapi penurun kadar asam urat. Profilaksis yang direkomendasikan adalah kolkisin dengan dosis 0.5-1 mg/hari, dosis harus dikurangi pada gangguan ginjal.

 

Rekomendasi Diet untuk Pasien GOUT

  • Hindari makanan BENJOL KKS (Bayam, Emping, Nanas/Nangka, Jeroan, Otak, Laut-lautan, Kacang-Kacangan Santan).
  • Kurangi konsumsi Jus dari buah yang manis, gula dapur berlebihan, minuman dan makanan berpemanis, serta garam dapur


Secara Ringkas Perbedaan Allopurinol, Kolkisin dan NSAID

  • Allopurinol tidak diberikan saat serangan akut (saat terjadi nyeri), namun diberikan 2 minggu setelah serangan akut reda. Tujuan pemberian Allopurinol untuk mengeliminasi atau menurunkan kadar asam urat.
  • Kolkhisin diberikan pada saat pasien mengalami serangan gout akut (nyeri, kemerahan dan bengkak) dengan onset serangan <12 jam. Kolkisin juga dapat diberikan sebagai profilaksis serangan akut pada saat terapi bersama dengan obat penurun kadar asam urat
  • NSAID diberikan pada saat pasien mengalami serangan gout akut (nyeri, kemerahan dan bengkak) dengan onset >12 jam atau pasien tidak dapat menggunakan kolkisin.

Jadi sudah paham yaa? Kapan menggunakan Allopurinol, kapan menggunakan kolkisin dan NSAID? Namun, perlu diperhatikan pula, ya, bahwa diagnosis dan pemberian obat dilakukan atas hasil konsultasi dengan dokter disertai dengan hasil lab.

Supervisor:
  • Sani Asmi Ramdani Lestari
Visualitator:
  • Putri Kholilah
  • Dipiro et al., 2015, Pharmacotherapy Handbook, Ninth Edition., McGraw-Hill Education.
  • Perhimpunan Reumatologi Indonesia, 2018, Pedoman Diagnosis dan Pengelolaan Gout, Jakarta: Perhimpunan Reumatologi Indonesia.
Info Update Informasi obat Obat Oh Ternyata

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here