Trending

Swamedikasi Diare

Info Obat : Kortikosteroid, Obat Dewa?

DAGUSIBU

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

Apakah Donor Darah Selalu Banyak Manfaatnya?

Apakah Donor Darah Selalu Banyak Manfaatnya?

  • 590

Tranfusi darah banyak manfaatnya. Setidaknya itu yang ada di kepala saya sampai ada pembahasan soal darah di mata kuliah anatomi fisiologi. Tensi (tekanan darah) dan Hb (haemoglobin, salah satu komponen darah yang berfungsi mengangkut oksigen) saya selalu tidak memenuhi syarat, jadi saya tidak pernah merasakan manfaat dari tranfusi darah. Saya selalu iri dengan teman-teman saya yang selalu lolos tes dan rutin mendonorkan darahnya. Meskipun teman-teman saya—yang kondisi kesehatannya baik—rutin mendonorkan darah , tetap ada banyak sekali sebaran informasi membutuhkan golongan darah untuk kepentingan darah keluarga atau kerabat. Itu artinya, kebutuhan tidak sebanding dengan persediaan. Mungkin bisa dikatakan tranfusi darah yang banyak manfaatnya ini juga diperlukan oleh banyak orang. Tapi, apa benar tranfusi darah banyak manfaatnya bagi pendonor? Bagaimana dengan saya yang tidak pernah lolos tes kesehatan yang dilakukan sebelum mendonorkan darah?

Berdasarkan data hasil penelitian, beberapa donor dapat memberikan manfaat. Namun, akan membahayakan bagi beberapa orang dengan kondisi tertentu. 

Peraturan pemerintah yang mengatur mengenai pelayanan darah adalah PP Nomor. 7 tahun 2011. Tranfusi darah tujuannya kemanusiaan, bukan untuk tujuan komersial dan menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah. Kebutuhan darah selama ini dilakukan oleh Palang Merah Indonesia kemudian disalurkan kepada unit-unit tertentu yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Donor Darah

Donor darah sudah dilakukan sejak awal abad ke-20 dan dikenal sebagai salah satu cara untuk menyelamatkan hidup seseorang. Orang dewasa yang sehat biasanya mendonorkan darah sekitar 470 mL, yakni 8% dari rata-rata seluruh volume darah orang dewasa. Tubuh akan mengganti volume yang hilang tersebut dalam waktu 24-48 jam dan mengganti sel darah merah dalam waktu 10-12 minggu.

Pendonoran darah bisa berupa 3 bentuk, yakni donor seluruh darah, plasma darah, dan keping darah (platelet). Selain untuk memenuhi kekurangan darah, hasil dari donor darah tersebut bisa juga dijadikan sebagai produk biologis untuk kepentingan pengobatan maupun diagnosis seperti human immunology untuk meningkatakan sistem imun, dan masih banyak lagi.

Syarat donor darah

  • Usia 17-60 tahun (usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orangtua)
  • Berat badan 45 kg
  • Temperatur tubuh 36,6 – 37,5oC
  • Tekanan darah baik 110/70 mmHg
  • Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/menit
  • Hemoglobin perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk laki-laki minimal 12,5 gram
  • Jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan
  • Calon donor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran, lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan, seperti kondisi berat badan, HB, golongan darah, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter 


Dilarang donor darah!

Beberapa kondisi seseorang membuat ia tidak diperbolehkan atau bahkan dilarang mendonorkan darah. Hal ini dikarenakan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Anda tidak bisa berdonor darah bila:

  • Pernah menderita Hepatitis B
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah mendapat transfuse
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah tato/tindik telinga
  • Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah operasi kecil
  • Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi kecil
  • Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, stetanus dipteria atau profilaksis
  • Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles dan tetanus toxin
  • Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic
  • Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang
  • Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transplantasi kulit
  • Sedang hamil dan dalam jangka waktu 6 bulan sesudah persalinan
  • Sedang menyusui
  • Ketergantungan obat
  • Alkoholisme akut dan kronis
  • Mengidap Sifilis
  • Menderita Tuberkulosis secara klinis
  • Menderita epilepsi dan sering kejang
  • Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk
  • Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya thalassemia
  • Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang berisiko tinggi mendapatkan HIV dan AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks dan pemakai jarum suntik tidak steril)
  • Pengidap HIV dan AIDS menurut hasil pemeriksaan saat donor darah
  • Tidak memenuhi syarat donor darah.


Manfaat mendonorkan darah:

  • Menyelamatkan nyawa orang lain
  • Mempercepat regenerasi sel darah merah
  • Membakar kalori sebanyak kurang lebih 650 kalori
  • Menurunkan kadar zat besi bagi orang yang kelebihan. Hal ini dapat menurunkan kekentalan darah dan memperlancar aliran darah sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
  • Deteksi penyakit serius karena pendonor akan diperiksa HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Deteksi ini sangatlah penting karena darah mengandung virus tidak akan memenuhi persyaratan donor. Skrining kesehatan ini sangatlah penting karena darah akan diberikan kepada orang yang membutuhkan.
  • Mendapatkan kesehatan psikologis karena berbuat baik bisa memicu kepuasan psikologis.

Dampak Negatif:

  • Reaksi vasovagal, yakni reaksi yang ditandai dengan kulit tanpak pucat, pusing, hidung tersumbat, keringat berlebihan, pandangan kabur, atau bahkan pingsan karena pasien memiliki volume darah yang kecil.
  • Kehilangan zat besi bagi seseorang dengan kadar zat besi yang rendah. Pengambilan 470 mL darah dapat menyebabkan pengurangan kadar zat besi sebanyak 200-250 mg. kekurangan zat besi dapat menyebabkan pusing dan anemia.
  • Infeksi darah apabila prosedur pengambilan darah tidak steril.

Cara/tahapan donor darah di Indonesia

  1. Mengisi formulir pendaftaran donor berisi identitas dan riwayat medis yang kemudian ditanda tangan oleh pendonor.
  2. Pemeriksaan pendahuluan yaitu penimbangan berat badan, pemeriksaan Hb, dan golongan darah
  3. Pemeriksaan dokter termasuk wawancara dan pemeriksaan tekanan darah
  4. Pengambilan darah dan sample darah
  5. Pengambilan kartu donor
  6. Istirahat (donor disediakan makanan pengganti)

Kontroversi Donor Darah

Terdapat beberapa kontroversi yang berkaitan dengan haram/haram, gender, dan berbagai aspek diskriminatif lainnya yang melarang maupun menolak donor darah maupun mendapatkan tranfusi darah. Padahal, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2011 tentang Tranfusi Darah, dipaparkan mengenai asas-asas yang harus dipegang dalam konteks tersebut. Pelayanan darah dilakukan untuk kepentingan kemanusiaan,  tidak membedakan golongan agama, bangsa, gender, maupun kepentingan diskriminatif dalam bentuk apapun. Penyelenggara pendonoran darah dapat memberikan cinderamata, minuman dan makanan kecil, atau penggantian biaya transportasi untuk pendonor darah, hal ini masih sesuai dengan kaidah pendonoran darah sukarela

Ada yang bilang, akan ada perbedaan dari mendonor karena volunteering, atau karena uang. Sebuah penelitian sosiologi di Amerika tahun 1999 meneliti tentang tipe pendonor darah. Pendonor sukarela dan pendonor karena uang. Tidak ada yang salah dengan keduanya, toh tujuannya sama saja. Namun, dalam penelitian tersebut, dijelaskan bahwa hal itu memengaruhi perilaku seseorang secara sosiologis menyangkut dengan kewajiban secara moral.

Untuk saya yang selalu tidak sesuai syarat dan ditolak untuk donor darah, hal itu memang yang terbaik bagi saya karena saya bisa membahayakan kondisi diri sendiri. Alih-alih menolong orang lain, malah mencelakai diri sendiri. Jadi, manfaat yang didapatkan pendonor darah tidak memulu positif, namun tergantung dengan kondisi tubuh masing-masing.

Supervisor:
  • Nadiya Nurul
Visualitator:
  • Raden Indah
  • Australian Red Cross Blood Service. 2019. Blood Donation. Available online at https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/blood-donation [diakses pada 1 Agustus 2019]
  • Choi, Nancy. 2017. Advantages and Disadvantages of Donating Blood. Available online at https://www.medicalnewstoday.com/articles/319366.php [diakses pada 1 Agustus 2019]
  • Harmening, Denise M. 2019. Modern Blood Banking and Transfusion Practice. Philadelphia: F A Davis Company.
  • Hurk, Katja Van Den, et al. 2017. Blood Donor’s Physical Characteristics are Associated with Pre- and Post-donation symptoms. Blood Transfus. 15(5): 405-412
  • Lichang Lee, Jane Allyn Piliavin and Vaughn R. A. 1999. Giving Time, Money, and Blood: Similarities and Differences Author(s). Social Psychology Quarterly. Vol 62 (3): 276-290.
  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011 tentang Pelayanan darah PMI. 2013. Donor Sekarang. Available online at http://www.pmi.or.id/index.php/aktivitas/pelayanan/donor-darah/donor-sekarang.html?showall=1&limitstart= [diakses pada 26 Juli 2019]
  • Schaffer, Amanda. 2015. Should Anyone Given a Blood Transfusion? Available online at https://www.newyorker.com/news/news-desk/should-anyone-be-given-a-blood-transfusion [diakses pada 26 Juli 2019]
Obat

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here