Trending

Kenali Macam-macam Area Suntik

Swamedikasi Diare

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

Apa itu Probiotik? Ada Dosisnya?

Apa itu Probiotik? Ada Dosisnya?

  • 389

Untuk saat ini, selain kebutuhan dasar nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh, beberapa aspek telah menjadi penting, yang mencakup pemeliharaan kesehatan dan perlawanan terhadap penyakit. Kualitas makanan menjadi sangat penting karena timbulnya berbagai masalah keacunan makanan, obesitas, alergi, gangguan kardiovaskular, dan kanker. Peneliti melaporkan bahwa kesehatan akan meningkat setelah penggunaan probiotik dan prebiotik. Kata “probiotik” berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “untuk hidup”. Namun, istilah ini mengalami modifikasi dan perubahan beberapa kali. Hingga akhirnya pada tahun 2002, FAO dan WHO menetapkan bahwa probiotik adalah mikroorganisme selektif yang hidup dan diadministrasikan dalam jumlah tertentu dan meningkatkan kesehatan pada inangnya.

 

Sesungguhnya, di dalam tubuh manusia terdapat sejumlah bakteri. Kebanyakan bakteri berdiam di saluran pencernaan dan umumnya bersifat tidak berbahaya. Bakteri baik pada saluran penceranaan akan memberikan beberapa keuntungan bagi kesehatan, seperti penurunan berat badan, peningkatan fungsi imun tubuh, perbaikan kesehatan kulit, dan penurunan risiko penyakit.

 

Banyak makanan yang kaya akan mikroba baik. Beberapa makanan yang difermentasi, seperti yoghurt mengandung mikroorganisme probiotik seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.

 

Apa yang dimaksud dengan probiotik?

Probiotik adalah istilah umum untuk mikoorganisme hidup, yang seringkali disebut sebagai bakteri baik dan memberikan kesehatan di dalam tubuh, yang dapat berupa bakteri atau ragi. Bakteri atau ragi ini serupa dengan organisme yang umumnya ditemukan pada saluran pencernaan. Probiotik seringkali digunakan untuk pencegahan atau pengobatan sejumlah kasus tertentu, yaitu gangguan saluran pencernaan. Sejumlah uji klinis menunjukkan efikasi yang signifikan pada berbagai kasus saluran pencernaan.

 

Bagaimana sejarah probiotik?

Probiotik telah digunakan untuk waktu yang lama. Abraham berusia panjang karena mengonsumsi susu asam. Ahli sejarah Romawi Plinius pada 76 SM mendeskripsikan susu fermentasi sebagai salah satu obat yang dapat digunakan untuk pengobatan gastroenteritis. Pada tahun 1916, berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengimplementasikan Escherichia coli dalam melawan flora usus patogenik.

 

Pada tahun 1965, istilah probiotik pertama kali digunakan saat mendeskripsikan “substansi yang disekresikan oleh mikroorganisme yang menstimulasi pertumbuhan”, atau dengan kata lain, lawan dari antibiotik. Namun, konsep probiotik telah berkembang menjadi “produk yang mengandung mikroorganisme dengan sejumlah tertentu, yang dapat mengubah mikroflora (dengan implantasi atau kolonisasi) pada kompartemen host dan memberikan efek yang menguntungkan.

 

 

Mengapa perlu mengonsumsi probiotik?

Probiotik bekerja dengan menyeimbangkan kadar mikoorganisme di dalam usus. Probiotik menurunkan jumlah bakteri jahat dan meningkatkan sistem imun tubuh. Meskipun penelitian sedang berlangsung, terdapat beberapa fakta yang menunjukkan bahwa probiotik membantu dalam pengobatan diare, irritable bowel syndrome, kolitis (khususnya kompilkasi akibat pembedahan terhadap ulkus kolitis yang dikenal sebagai pouchitis), jerawat, dan eksim pada anak-anak. Probiotik juga dapat digunakan bersamaan dengan antibiotik untuk mencegah diare.

 

Peneliti sedang melakukan studi lanjutan terkait probiotik untuk mengetahui apakah probiotik dapat membantu mengobati beberapa jenis ulkus lambung (yang disebabkan H. pylori), infeksi (mencakup saluran kemih, vagina, saluran pencernaan, sinus, dan pernapasan), sakit gigi, alergi, dan gangguan hati. Akan tetapi, penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk menentukan apakah probiotik bersifat aman dan efektif.

 

Terdapat beberapa jenis probiotik, yang mencakup lactobacillus (seperti Lactobacillus acidophilus dan Lactobacillus GG), bifidobacteria (seperti Bifidobacterium bifidus) dan beberapa ragi (seperti Saccharomyces boulardii). Berbagai jenis probiotik memiliki efek yang berbeda. Sebelum mengonsumsi suplemen probiotik, komunikasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan bahwa pengobatan ini cukup bermanfaat.

 

Apakah probiotik dan prebiotik sama?

Probiotik berbeda dengan prebiotik. Prebiotik adalah bahan dalam makanan yang tidak tercerna yang digunakan untuk mendorong perkembangan bakteri probiotik di dalam tubuh dengan menyediakan lingkungan yang sesuai agar bakteri probiotik dapat berkembang.

 

Berapa banyak dosis probiotik yang sebaiknya dikonsumsi?

Karena ada banyak organisme probiotik dengan berbagai jenis, tidak ada dosis pasti probiotik. Sebaiknya, tanyakan kepada dokter terlebih dahulu terkait dengan dosis yang sesuai. Beberapa probiotik memiliki dosis dengan jumlah organisme hidup yang dikandungnya. Sebagai contoh, dosis tipikal Lactobacillus acidophilus berkisar antara 1 – 10 miliar organisme hidup, terbagi dalam 3 hingga 4 dosis. Selain itu, dosis juga dapat diindikasikan dalam bentuk colony forming units (CFU). Dosis umum anak-anak berkisar antara 5 – 10 miliar CFU per hari dan 10 – 20 miliar CFU per hari untuk orang dewasa.

 

Probiotik umumnya dijual dalam bentuk kapsul, serbuk, tablet, cairan, atau dimasukkan ke dalam makanan.

 

Apakah mungkin probiotik didapatkan dari makanan?

Probiotik umumnya dapat ditemukan di dalam makanan, seperti yoghurt, tempe, miso, susu kacang, dan minuman lainnya.

 

Risiko apa yang didapatkan setelah mengonsumsi probiotik?

Berikut merupakan risiko dari mengonsumsi probiotik, yaitu:

  • Efek samping. Probiotik memiliki beberapa efek samping. Beberapa menyebabkan timbulnya gas pada saluran pencernaan. Akan tetapi, kondisi ini akan semakin membaik. Apabila efek samping seperti ini dirasakan, cobalah untuk menurunkan dosis yang digunakan atau selang satu hari untuk penggunaannya.
  • Interaksi obat. Apabila mengalami masalah kesehatan ataupun mengonsumsi obat secara rutin, hubungi dokter sebelum menggunakan probiotik. Hal ini disebabkan kemungkinan adanya interaksi obat dengan antibiotik dan obat imunosupresif yang sedang dikonsumsi.
  • Risiko. Apabila terdapat gangguan atau kerusakan pada usus, HIV, kanker, sistem imun tubuh yang melemah, jangan menggunakan probiotik tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu dengan dokter.

Kontraindikasi penggunaan probiotik pada pasien penderita pankreatitis akut. Penggunaan juga tidak disarankan pada pasien dengan risiko infeksi oportunistik dan yang mengalami kerusakan parah pada saluran pencernaan.

 

Supervisor:
  • Sani Asmi Ramdani Lestari
Visualitator:
  • Ginanjar Setia Mulyana
  • 1. Ratini, Melinda. (2017). Probiotics: Supplements for Digestive Health [Online]. Diakses pada 16 Maret 2020, dari WebMD: https://www.webmd.com/diet/probiotics#1.
  • 2. Drugs.com. (2018). Probiotics Uses, Benefits & Dosage [Online]. Diakses pada 16 Maret 2020, dari WebMD: https://www.drugs.com/npp/probiotics.html.
  • 3. Kligler, Benjamin dan Andreas Chorssen. Probiotics [Online]. Diakses pada 16 Maret 2020, dari American Family Physician: https://www.aafp.org/afp/2008/1101/p1073.pdf.
Farmasi Indonesia

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here