Trending

Swamedikasi Diare

Info Obat : Kortikosteroid, Obat Dewa?

ASAM URAT: Allopurinol, Kolkisin atau NSAID?

INFORMASI OBAT: GOLONGAN PENGHAMBAT KANAL KALSIUM ATAU CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)

Antiseptik Alami dari Daun Sirih?

Antiseptik Alami dari Daun Sirih?

  • 622

Kenalan dulu yuk!

Antiseptik Vs Desinfektan 

 

Antiseptik

Desinfektan

Persamaan

Mengandung bahan kimia bersifat biosida (zat yang dapat menginaktivasi mikroorganisme)

Dapat memicu gangguan pernafasan (seperti asma) jika terlalu banyak terhirup

Perbedaan

Kadar biosida lebih sedikit

Kadar biosida lebih banyak

Digunakan pada tubuh/ jaringan hidup (sabun, handrub, dkk)

Digunakan pada permukaan benta mati

 

Cenderung lebih aman untuk permukaan kulit

Berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan seperti iritasi kulit, mata, saluran pernafasan

 

Antiseptik dan disinfektan adalah suatu bahan kimia yang berfungsi mengurangi jumlah mikroorganisme. Keduanya sering disamaartikan, namun memiliki perbedaan mendasar. Antiseptik digunakan pada tubuh atau jaringan hidup (contoh: sabun cuci tangan, handrub), sedangkan disinfektan digunakan pada permukaan benda mati. Keduanya mengandung bahan kimia aktif yang juga disebut sebagai biosida (zat yang menginaktivasi mikroorganisme), seperti alkohol, fenol, iodin, dan klorin, yang umumnya memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas (mencakup berbagai jenis mikroorganisme). Perlu diperhatikan bahwa umumnya disinfektan memiliki kadar biosida yang lebih tinggi dibandingkan antiseptik.  

Bisakah disinfektan dipakai sebagai hand sanitizer atau untuk membersihkan anggota tubuh lainnya, efeknya apa?

Produk-produk disinfektan umumnya mengandung biosida kuat, yang bila digunakan pada tubuh dapat berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Misalnya ammonia dan bleach (natrium hipoklorit), dapat menyebabkan iritasi kulit, mata, dan saluran pernafasan. Keduanya juga dapat memicu asma bila terlalu banyak terhirup.

Perlu juga menjadi catatan, pada tahun 2016, FDA (Food and Drug Administration), Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, telah mengeluarkan larangan penggunaan bahan aktif triklosan dantriklokarban pada produk sabun antiseptik karena berpotensi menyebabkan gangguan hormonal dan resistensi bakteri. Untuk itu, perlu hati-hati dalam memilih produk sabun antiseptik.

Gimana cara buat hand sanitizer? 

Sebelum mengetahui cara pembuatan hand sanitizer (pembersih tangan) sendiri, perlu diperhatikan bahwa resep hand sanitizer, termasuk yang di bawah ini, dimaksudkan untuk digunakan oleh para profesional dengan keahlian dan sumber daya yang diperlukan untuk pembuatan yang aman dan pemanfaatan yang tepat. Hand sanitizer buatan sendiri hanya untuk digunakan dalam situasi darurat atau saat mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun tidak memungkinkan. Selain itu, diharapkan tidak menggunakan hand sanitizer buatan sendiri pada kulit anak-anak, karena mereka lebih rentan untuk menggunakannya secara tidak benar, sehingga mengarah pada risiko cedera yang lebih besar.

Standar pembuatan hand sanitizer adalah sesuai dengan yang dikeluarkan oleh BPOM RI, mengacu pada standar yang telah ditetapkan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), sebagai berikut.

Bahan yang dibutuhkan: 

  1. Etanol 96%
  2. Gliserol 98% 
  3. Hidrogen Peroksida 3%
  4. Air steril atau aquadest 

Alat yang dibutuhkan: 

  1. Gelas ukur 1000 mL
  2. Becker Glass
  3. Gelas ukur 50 mL
  4. Gelas ukur 25 mL
  5. Batang pengaduk 
  6. Botol Kaca

Cara buatnya?

  1. Sejumlah 833 mL etanol 96% dimasukkan ke dalam gelas ukur 1000 ml 
  2. Tambahkan 41,7 mL hydrogen peroksida 3% kedalam gelas ukur berisi etanol tersebut
  3. Selanjutnya tambahkan 14,5 ml gliserol 98% menggunakangelas ukur, dan pastikan sisa gliserol tidak tertinggal dengan cara membilas dengan air. 
  4. Tambahkan air hingga 1000 mL, aduk hingga merata (homogen) 
  5. Pindahkan campuran ke dalam botol kaca bersih, dan 
  6. Simpan selama 72 jam untuk memastikan tidak ada kontaminasi organisme dari wadah botol

Adapun bila tidak ada salah satu bahan, komposisi kadarnya tidak tepat, atau tidak dilakukan sesuai prosedur (misalnya langsung digunakan tanpa didiamkan dulu 72 jam), dikhawatirkan cairan yang dihasilkan tidak menghasilkan efek antiseptik yang optimal, sehingga tidak berdampak pada pencegahan infeksi mikroorganisme.

Berhubung mungkin diantara kita banyak yang tidak memiliki alat lab seperti yang tercantum diatas, maka kita bisa mencoba membuat hand sanitizer alternatif yang diperkenalkan oleh Dr. Rishi Desai (mantan petugas divisi penyakit virus di CDC), ini dia antiseptik alternatif yang bisa kamu buat; 

Bahan Yang dibutuhkan: 

  • ¾ cangkir isopropil alkohol 99%
  • ¼ cangkir gel lidah buaya
  • 10 tetes minyak esensial (seperti minyak lavender, atau perasan lemon) 
     

Cara buatnya? 

  • Tuang semua bahan ke dalam wadaah, sebaiknya pakai gelas ukur yaa.  
  • Campur dengan sendok dan aduk melawan arah jarum jam secara sempurna sampai menjadi bentuk gel, 
  • Tuang bahan kedalam botol kosong bersih agar mudah digunakan,
  • Beri label hand sanitizer, dan cantumkan informasi tanggal pembuatan. 

Catatan: 

  • Isopropil alkohol dapat digantikan dengan etanol 96%, kenapa harus segitu?
  • Karena, minimal kandungan akhir nya adalah 60% etanol atau 70% isopropil alkohol
  • Basis alkohol yaitu etanol/ isopropil alkohol adalah komponen utama, sedangkan aloevera dapat digantikan juga dengan air steril/aquadest yang berfungsi sebagai pengencer. Namun aloevera lebih baik karena memiliki fungsi pelembab
  • Perbandingan antara basis alkohol dengan aloevera/air sterilnya adalah 3 : 4
  • (Kalau mau hand sanitizer versi WHO dan CDC, bisa cek di website kami ya).
  • Hand sanitizer alternatif ini, bisa membunuh 99,9% kuman setelah 60 detik paparan. Maka bersihkan tangan dengan durasi 40-60 detik, atau minimal 20 detik (sesuai saran WHO) apabila menggunakan hand sanitizer. 

Antiseptik alami gimana? 

  • Yang biasa digunakan adalah daun sirih atau piper betle Linn. 
  • Penelitian membuktikan bahwa ekstrak daun sirih memiliki aktivitas antimikroba yang kuat,
  • Zat aktif seperti flavonoid, tannin, dan saponin yang terkandung dalam daun sirih dapat menyebabkan kerusakan pada dinding sel bakteri, memicu denaturasi protein sel, dan merusak membran sel bakteri secara ireversibel. Namun, belum ditemukan penelitian yang mengujinya terhadap virus
  • Penelitian lain menyebutkan sediaan dengan kadar ekstrak daun sirih 15% diketahui memiliki efek yang mirip dengan sediaan etanol
  • Sifat daun sirih yang mudah teroksidasi, membuat sediaan ini tidak dapat disimpan dalam waktu lama. Maksimal penyimpanan hanyalah 6 hari dengan syarat penyimpanan steril dan tidak terdapat kontaminasi, 
  • Aktivitas antimikroba daun sirih akan semakin berkurang seiring lama penyimpanan.
  • Penyimpanan yang tidak bersih dan tidak steril juga akan memicu pertumbuhan jamur atau bakteri

 

Lalu, bagus mana cuci tangan dengan handsanitizer atau sabun dan air? 

Simak ulasannya di artikel selanjutnya~ 

Supervisor:
  • Nadiya Nurul
  • - WHO GUIDELINES ON HAND HYGIENE IN HEALTH CARE. Available access on www.who.int/patientsafety
  • - A guide to antiseptic. Available access on https://www.healthline.com/health/what-is-antiseptic
  • - Gerald McDonnell and A. Denver Russell. Antiseptics and Disinfectants: Activity, Action, and Resistance. Clin Microbiol Rev. 2001 Jan; 14(1): 227.
  • - Green Cleaning, Sanitizing, and Disinfecting: A Toolkit for Early Care and Education, University of California, California, 2013. Available access on https://www.epa.gov/sites/production/files/documents/ece_curriculumfinal.pdf
  • - FDA NEWS RELEASE. FDA issues final rule on safety and effectiveness of antibacterial soaps. Available access on https://www.fda.gov/news-events/press-announcements/fda-issues-final-rule-safety-and-effectiveness-antibacterial-soaps
  • - CDC Statement for Healthcare Personnel on Hand Hygiene during the Response to the International Emergence of COVID-19. Available access on https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/infection-control/hcp-hand-sanitizer.html
  • - How to Make Your Own Hand Sanitizer. Available access on healthline.com/health/how-to-make-hand-sanitizer#how-to-make
  • - Arani Datta et al. Antimicrobial Property of Piper betel Leaf against Clinical Isolates of Bacteria. International Journal of Pharma Sciences and Research (IJPSR) Vol.2(3), 2011,104-109
  • - Sari, R., Dewi I. Studi efektivitas sediaan gel antiseptik tangan ekstrak daun sirih (Piper betle Linn.). Majalah Farmasi Indonesia, 17(4), 163 – 169, 2006
  • - Marsono et al. Pengaruh Lama Penyimpanan Dekok Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Terhadap Aktivitas Daya Hambat Bakteri Streptococcus Agalactiae Penyebab Matitis pada Sapi Perah. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, 12(1): 47-60, 2017
Farmasi Indonesia Herbal

Comments (0)

    There are no comments yet

Login Here